Pengembangan jet tempur KF-21 buatan mandiri resmi dirampungkan oleh Korea Selatan untuk memperkuat armada udara nasional yang telah menua. Proyek ambisius bernilai 8,8 triliun won atau setara Rp109 triliun tersebut diluncurkan sejak 2015 guna menggantikan jajaran pesawat tempur F-4 dan F-5 buatan Amerika Serikat.
Badan pengadaan pertahanan negara atau Defense Acquisition Program Administration menyatakan bahwa prototipe pertama pesawat tempur ini meluncur pada 2021. Berbagai rangkaian uji coba ketat berhasil dilalui hingga dinyatakan lulus evaluasi akhir kelayakan tempur pada Mei tahun ini setelah memenuhi seluruh persyaratan performa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih dari 1.600 uji penerbangan sukses dijalankan tanpa mencatat insiden kecelakaan apapun. Capaian tersebut membuktikan tingkat kematangan teknologi dirgantara yang dibangun oleh para insinyur lokal demi memenuhi standar pertahanan modern.
Pihak otoritas pertahanan menargetkan penyerahan batch pertama sebanyak 40 unit pesawat tempur canggih tersebut kepada Angkatan Udara Korea Selatan pada 2028. Sementara itu, pengiriman awal dalam skala operasional dijadwalkan mulai berlangsung pada tahun depan.
Spesifikasi dan Target Pengiriman Armada Baru
Menteri DAPA Lee Yong-cheol menyampaikan rasa bangga atas pencapaian besar tersebut. Kesuksesan proyek dirgantara ini merupakan buah dari kerja keras serta dedikasi tinggi seluruh teknisi dan dukungan publik.
Indonesia turut berpartisipasi sebagai mitra strategis dalam program pengembangan bersama dengan skema pembagian biaya serta transfer teknologi. Kolaborasi internasional ini memperkuat posisi proyek pertahanan regional di kementerian terkait.
Pesawat tempur KF-21 dirancang untuk mengusung teknologi avionik mutakhir demi mendominasi pertempuran udara masa depan. Spesifikasi tingkat tinggi ini disematkan untuk menjawab tantangan keamanan kawasan yang semakin dinamis.
Proses produksi massal terus digenjot oleh industri pertahanan dalam negeri guna mengejar target pengiriman yang telah ditetapkan. Kesiapan infrastruktur pendukung juga dipersiapkan secara matang menjelang momen penyerahan unit perdana.