Guardian secara resmi memperkenalkan fitur baru bernama "Deeply Read" di laman utamanya. Fitur ini dirancang untuk menampilkan artikel-artikel menarik yang mungkin terlewatkan oleh daftar "Most viewed" yang selama ini hanya mengandalkan jumlah klik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Selama bertahun-tahun, Guardian memang telah mempelajari berapa lama waktu yang dihabiskan pembaca untuk membaca artikel mereka. Menurut tim pengembang, jumlah klik pada sebuah artikel memang bisa membantu memahami popularitas suatu topik, namun durasi baca dianggap sebagai indikator yang lebih baik untuk mengukur kualitas tulisan dan keterlibatan pembaca.
Daftar "Most viewed" yang selama ini menjadi andalan sering kali tidak mencakup jurnalisme berkualitas tentang topik-topik yang lebih spesifik atau di luar jalur utama. "Deeply Read" hadir untuk menjawab kekurangan tersebut dengan menggunakan metrik waktu perhatian atau attention time.
Fitur "Deeply Read" muncul di halaman utama regional Guardian dan mencerminkan minat audiens di wilayah tersebut. Metrik yang digunakan tidak sekadar melihat durasi baca mentah, melainkan membandingkan waktu perhatian pembaca dengan panjang artikel itu sendiri.
Pendekatan ini memungkinkan daftar yang dihasilkan menjadi beragam, baik dari segi topik, panjang tulisan, maupun format artikel. Dengan demikian, artikel panjang sekalipun tidak otomatis mendominasi, karena metriknya disesuaikan dengan proporsi panjang bacaan.
Guardian berharap fitur ini dapat memperkaya pengalaman membaca dengan menyajikan variasi dan kedalaman konten yang lebih luas. "Kami harap Anda menikmati peningkatan variasi dan kedalaman dari artikel yang Anda temukan di sini," demikian pernyataan resmi Guardian dikutip dari laman informasinya.