Program pernikahan massal di kota Kano, Nigeria, mendadak ricuh oleh temuan berbagai upaya kecurangan dari sejumlah peserta yang mengincar fasilitas gratis dari pemerintah setempat. Berdasarkan pengamatan redaksi, ribuan pasangan memadati wilayah tersebut untuk meresmikan ikatan perkawinan di tengah himpitan ekonomi yang melanda.
Pemerintah Negara Bagian Kano menggelontorkan dana sebesar 1,5 miliar naira guna membiayai seluruh rangkaian prosesi pernikahan bagi warga berpenghasilan rendah. Fasilitas tersebut mencakup mahar, perabot rumah tangga lengkap, hingga modal usaha kecil agar pasangan pengantin mandiri secara finansial.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKepolisian agama setempat atau Hisbah mengawasi ketat proses seleksi calon pengantin guna menyaring peserta fiktif maupun dokumen palsu. Wakil Komandan Jenderal Hisbah, Mujahid Aminudeen menyebutkan bahwa petugas menemukan sejumlah kasus pemalsuan data medis hingga upaya memanipulasi hubungan keluarga demi lolos seleksi.
Kondisi ekonomi Nigeria yang kurang stabil memicu lonjakan peminat program nikah massal hingga mencapai lima ribu pendaftar tahun ini. Berbagai modus kecurangan mulai dari manipulasi hasil tes kesehatan hingga pemalsuan status pernikahan berhasil digagalkan oleh tim verifikasi.
Meskipun diwarnai sejumlah kendala administratif dan aksi calo liar, ribuan pasangan pengantin tetap dapat melangsungkan resepsi meriah di istana Emir. Para peserta menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program pemerintah karena membantu meringankan beban biaya perkawinan di tengah mahalnya kebutuhan hidup.