Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Serangan Iran ke Sekutu AS Picu...
BERITA

Serangan Iran ke Sekutu AS Picu Kebakaran di Kuwait dan Sirene Bahrain

By Dewi Lestari • 2 min read • 19 Juli 2026
Kondisi darurat setelah serangan udara rudal dan drone yang menargetkan kawasan Teluk Timur Tengah

Kondisi darurat setelah serangan udara rudal dan drone yang menargetkan kawasan Teluk Timur Tengah

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kian membara setelah pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran untuk malam ketujuh berturut-turut pada Jumat, 17 Juli 2026. Menurut laporan resmi, pihak Iran langsung melepaskan aksi balasan dengan menargetkan sejumlah negara Teluk yang dikenal sebagai sekutu dekat Amerika Serikat di kawasan tersebut, termasuk Bahrain dan Kuwait.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait pada hari Sabtu, 18 Juli 2026, serangan pesawat tak berawak milik Iran kembali menghantam salah satu objek vital mereka. "Pembangkit listrik dan penyulingan air lainnya menjadi sasaran serangan musuh yang menyebabkan kebakaran di salah satu komponen pembangkit tersebut, yang mengakibatkan dinonaktifkannya beberapa unit pembangkit listrik," ungkap perwakilan kementerian seperti dilansir dari Al Arabiya.

Dampak dari eskalasi ini turut mengganggu sektor transportasi udara di kawasan Teluk. Menurut pihak maskapai Kuwait Airways, jadwal sebagian besar penerbangan terpaksa diatur ulang setelah otoritas setempat untuk sementara waktu menangguhkan seluruh operasional di Bandara Internasional Kuwait demi keselamatan publik pascaserangan tersebut.

Dari pantauan redaksi, situasi mencekam juga melanda Bahrain ketika pemerintah setempat mengaktifkan sirene udara untuk kedua kalinya pada hari Sabtu. Pihak militer Bahrain segera memperingatkan warga sipil untuk mencari tempat perlindungan yang aman setelah sistem radar mereka mendeteksi adanya pergerakan drone dan rudal berbahaya dari arah Iran.

Berdasarkan pernyataan resmi militer Bahrain, sistem pertahanan udara mereka bergerak cepat dan berhasil memukul mundur gelombang serangan udara agresif tersebut. Kendati demikian, seorang jurnalis AFP yang berada di ibu kota Manama melaporkan sempat mendengar suara ledakan keras sesaat setelah sirene peringatan bahaya berbunyi di penjuru kota.

Menurut pengamatan tim redaksi, konflik ini kian meluas karena Qatar yang juga merupakan sekutu Amerika Serikat, sempat mengeluarkan dua kali peringatan serupa kepada warganya setelah menjadi sasaran rentetan rudal Iran pada Jumat lalu. Eskalasi ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperluas kampanye serangan udara yang menyasar infrastruktur pelabuhan dan jembatan utama guna menekan posisi Teheran di Selat Hormuz.

Topics
iran amerika serikat kuwait bahrain timur tengah serangan rudal konflik geopolitik
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.