Dunia kesehatan kembali mencatat sejarah baru setelah perusahaan farmasi besar Moderna dan Merck mengumumkan keberhasilan uji klinis vaksin kanker personalisasi berbasis teknologi mRNA. Berdasarkan laporan yang dikutip dari CNN, vaksin inovatif ini dirancang khusus untuk melatih sistem kekebalan tubuh agar menyerang mutasi spesifik yang hanya ditemukan pada tumor pasien.
Dalam uji klinis berskala besar yang melibatkan lebih dari 1.000 pasien melanoma dengan risiko kekambuhan tinggi, kombinasi vaksin mRNA dan obat imunoterapi Keytruda terbukti efektif mencegah kembalinya serta penyebaran penyakit. Dr. Julie Gralow dari American Society of Clinical Oncology menyebut pencapaian ini sebagai sebuah lompatan monumental yang memvalidasi efektivitas teknologi mRNA dalam melawan kanker.
Mengutip keterangan dari Presiden Moderna Stephen Hoge, perusahaan saat ini juga sedang memperluas cakupan uji klinis untuk berbagai jenis kanker lainnya seperti kanker paru-paru non-sel kecil, kandung kemih, ginjal, hingga kanker pankreas dan lambung. Sementara itu, perusahaan farmasi lain seperti Roche dan BioNTech turut mengembangkan vaksin serupa untuk pasien kanker usus besar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePara ahli medis menyambut antusias hasil positif dari riset ini. Dr. Ryan Sullivan dari Mass General Brigham Cancer Institute menyatakan bahwa keberhasilan tersebut membawa angin segar dan harapan besar yang dapat mengubah cara dunia medis menangani kasus kanker secara lebih luas di masa depan.
Dari segi efek samping, kombinasi pengobatan ini dilaporkan tidak memunculkan risiko baru yang mengkhawatirkan bagi pasien. Reaksi yang timbul disebut relatif mirip dengan efek samping ringan setelah menerima vaksin flu atau vaksin COVID-19, sehingga memberikan keseimbangan baru antara efektivitas pengobatan dan kenyamanan pasien.