Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melakukan kunjungan mendadak ke SDN 07 Bulango, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Jumat (19/6/2026). Kunjungan ini dilakukan di sela-sela perjalanannya menuju lokasi peninjauan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bulango Ulu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Saat dalam perjalanan, Wapres memperoleh informasi mengenai musibah kebakaran yang pernah menimpa SDN 07 Bulango pada tahun 2022 lalu. Menerima kabar tersebut, Gibran memutuskan untuk mengambil langkah cepat dengan meninjau langsung kondisi bangunan dan fasilitas sekolah.
Langkah ini diambil untuk memastikan proses pemulihan sarana dan prasarana sekolah berjalan dengan baik. Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar bagi para siswa diharapkan dapat berlangsung secara optimal tanpa ada hambatan.
Peninjauan langsung ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak serta merata di seluruh pelosok Indonesia.
Di lokasi sekolah, Wapres meninjau secara cermat kondisi ruang belajar dan berbagai sarana pendukung. Kunjungan mendadak ini membawa semangat tersendiri bagi para guru dan siswa yang berada di sekolah tersebut.
Selain melihat kondisi fisik, Gibran juga berdialog langsung dengan para guru mengenai perkembangan proses pembelajaran pascakebakaran. Berbagai kebutuhan yang masih diperlukan sekolah menjadi perhatian khusus Wapres untuk segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
Pemerintah berharap proses pemulihan SDN 07 Bulango dapat terus dipercepat. Hal ini penting agar seluruh peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang mereka secara maksimal.
Setelah merampungkan peninjauan di sekolah tersebut, Wapres melanjutkan perjalanan ke Bendungan Bulango Ulu. Peninjauan proyek strategis nasional ini bertujuan mempercepat penyelesaian infrastruktur yang diproyeksikan untuk memperkuat ketahanan pangan, mereduksi risiko banjir, serta memenuhi kebutuhan air baku di wilayah Gorontalo.