Bentrokan berdarah kembali pecah antara warga dua desa di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan laporan yang dihimpun, konflik yang melibatkan warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak ini meletus pada Sabtu pagi akibat persoalan lama yang belum tuntas, yakni sengketa kepemilikan tanah adat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dari analisis awak media, akar permasalahan tanah adat di wilayah tersebut memang telah lama menjadi bara dalam sekam yang kerap memicu ketegangan horizontal. Meskipun Pemerintah Kabupaten Flores Timur sempat berupaya memediasi kedua belah pihak, upaya tersebut tampaknya belum mampu meredam gesekan secara permanen hingga akhirnya tragedi kemanusiaan ini kembali terulang.
Akibat insiden kelam tersebut, tercatat sebanyak tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan bangunan tak luput dari amukan massa. Menurut keterangan Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, "Korban 3 orang, 2 dari Lewonara dan 1 dari Belle," di mana dua korban di antaranya telah dimakamkan sehari setelah kejadian.
Selain korban jiwa, aparat kepolisian juga mencatat adanya kerusakan material yang cukup parah di lokasi kejadian. Kasi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A. Kalelado, mengungkapkan bahwa selain tiga korban tewas, terdapat lima orang yang mengalami luka-luka serta sekitar 20 unit rumah warga ludes terbakar akibat amukan konflik.
Situasi mencekam di lokasi kejadian turut memaksa evakuasi darurat bagi sejumlah pelajar dan tenaga pendidik yang sedang berkegiatan di dekat area konflik. Muhammad Sole Kadir, seorang guru SMPN 1 Adonara Timur, menjelaskan bahwa sembilan siswa dan dua guru yang sedang mengikuti acara perkemahan terpaksa dipulangkan lebih awal dan dievakuasi menggunakan sampan kayu melalui jalur laut.
Menanggapi eskalasi konflik yang membahayakan keselamatan publik, aparat keamanan gabungan dari unsur TNI dan Polri langsung dikerahkan untuk siaga di lokasi kejadian. AKP Eliezer A. Kalelado menegaskan bahwa personel gabungan akan terus berjaga di Adonara Timur guna memastikan situasi kembali kondusif serta mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.