Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengkonfirmasi bahwa sebagian besar imigran yang masuk secara ilegal ke Ceuta, enklave Spanyol di Afrika Utara, telah kembali ke Maroko. Hal ini terjadi setelah upaya bersama antara aparat penegak hukum Spanyol dan Maroko yang berhasil mengatasi lonjakan imigrasi di wilayah tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →"Kabar baiknya adalah sebagian besar dari mereka yang tiba secara ilegal telah kembali ke Maroko, berkat kerja efektif aparat penegak hukum Spanyol dan Maroko. Tidak ada satu pun orang yang mencapai daratan Spanyol atau bagian lain dari EU," demikian pernyataan von der Leyen di platform media sosial X pada Sabtu (1/8).
Von der Leyen mengungkapkan bahwa dirinya telah mengadakan konferensi telepon dengan Komisaris Eropa untuk Urusan Dalam Negeri dan Migrasi Magnus Brunner serta Komisaris Eropa untuk Mediterania dan Demografi Dubravka Suica untuk mendapatkan pembaruan mengenai situasi di Ceuta. Ia menilai kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya pengendalian perbatasan Eropa.
Presiden Komisi Eropa itu menekankan bahwa meskipun sistem yang ada saat ini sudah kuat, namun perlu ditingkatkan lagi. "Ini menunjukkan mengapa kontrol perbatasan Eropa itu penting. Kami memiliki sistem yang kuat, tapi perlu diperkuat lebih lanjut," ujarnya.
Von der Leyen juga menyebutkan bahwa Komisi Eropa telah menawarkan dukungan kepada Spanyol sejak awal krisis. Ia menerima surat dari sejumlah pemimpin negara dan menyambut baik usulan untuk mengadakan konferensi video luar biasa guna mengevaluasi peristiwa yang terjadi. "Melawan imigrasi ilegal membutuhkan solidaritas dan respons Eropa yang bersatu," tegasnya.
Sebelumnya, sejumlah pemimpin Eropa telah menyerukan pertemuan darurat menteri dalam negeri EU untuk membahas situasi migrasi di Ceuta dan mendorong respons terkoordinasi guna mencegah penyeberangan ilegal lebih lanjut. Kementerian Dalam Negeri Spanyol melaporkan setidaknya 67 orang tewas selama krisis ini, sementara hampir 70 ribu migran yang memasuki Ceuta dari Maroko telah dipulangkan.