Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Apple Rilis Laba Q3 di Tengah...
EKONOMI

Apple Rilis Laba Q3 di Tengah Kenaikan Harga Mac dan iPad

By Dewi Lestari • 4 min read • 30 Juli 2026
Logo Apple dengan grafik keuangan dan produk iPhone, Mac, serta iPad di latar belakang

Logo Apple dengan grafik keuangan dan produk iPhone, Mac, serta iPad di latar belakang

Apple Inc AAPL bersiap mengumumkan hasil keuangan kuartal ketiga tahun fiskal 2026 pada Kamis waktu setempat. Momen ini menjadi perhatian pasar mengingat saham Apple justru menjadi tempat berlindung yang aman di tengah aksi jual saham chip dan kecerdasan buatan sepanjang pekan ini. Investor berbondong-bondong masuk ke saham iPhone maker tersebut, bahkan sempat mendorong kapitalisasi pasar Apple menyentuh angka 5 triliun dolar AS pada Selasa lalu.

Saham Apple telah melonjak sekitar 24 persen sepanjang tahun ini, menjadi yang terbaik di antara jajaran saham Magnificent Seven. Sebagai perbandingan, Google yang berada di posisi kedua hanya mencatat kenaikan sekitar 7 persen. Kinerja cemerlang ini menunjukkan kepercayaan investor pada fundamental bisnis Apple yang relatif tidak terpapar gejolak sektor AI seperti yang dialami Nvidia dan perusahaan chip lainnya.

Untuk kuartal III tahun ini, para analis memproyeksikan Apple akan mencatat laba per saham EPS sebesar 1,89 dolar AS dengan pendapatan 108,8 miliar dolar AS. Angka ini melonjak signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai EPS 1,57 dolar AS dan pendapatan 94 miliar dolar AS. Pendapatan iPhone diprediksi menyentuh 53,5 miliar dolar AS, meningkat 20 persen dari 44,5 miliar dolar AS pada Q3 2025.

Bisnis layanan Services yang menjadi penyumbang pendapatan terbesar kedua bagi Apple diperkirakan menghasilkan 31,3 miliar dolar AS, naik 14 persen dibanding tahun lalu. Sementara itu pendapatan dari pasar China diproyeksikan tumbuh 27 persen menjadi 19,5 miliar dolar AS. Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif meskipun Apple masih menghadapi tekanan dari memanasnya persaingan dengan merek lokal di Negeri Tirai Bambu.

Di balik kinerja yang cemerlang, Apple ternyata masih menghadapi sakit kepala akibat gelombang investasi AI global. Kenaikan biaya memori dan penyimpanan storage yang disebabkan oleh tingginya permintaan chip untuk pusat data AI memaksa Apple menaikkan harga jual Mac dan iPad. Namun iPhone untuk saat ini masih belum terkena kebijakan kenaikan harga, meskipun spekulasi menyebut model generasi berikutnya akan dibanderol lebih mahal saat diluncurkan pada September mendatang.

Analis dari Jefferies, Edison Lee, mengingatkan bahwa kenaikan harga memori ini bisa menekan margin keuntungan gross margin iPhone ke depan. Lee memperkirakan biaya memori akan terus meningkat pada paruh kedua tahun 2026. Jika Apple menerapkan pola kenaikan harga serupa dengan iPad, margin kotor iPhone bisa turun dari 38 persen menjadi 34,5 persen. Perhitungan ini menunjukkan dampak yang cukup signifikan terhadap profitabilitas produk andalan Apple.

Pandangan berbeda datang dari Brandon Nispel dari KeyBank Capital Markets. Menurutnya, potensi kenaikan harga iPhone adalah masalah yang lebih besar daripada sekadar dampak pada margin kotor. Nispel menulis dalam catatan kepada investor bahwa semakin tinggi harga iPhone, maka pertumbuhan unit penjualan akan melambat. Pada akhirnya, perlambatan pertumbuhan pengguna juga akan menekan bisnis layanan Services yang selama ini menjadi mesin pertumbuhan laba Apple.

Namun Apple memiliki jurus baru untuk mengatasi kekhawatiran itu. Perusahaan baru saja mengumumkan layanan Apple Upgrade yang memungkinkan pelanggan menyewa perangkat mulai dari iPhone hingga Mac. Program ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengguna dengan skema pembayaran yang lebih fleksibel, sekaligus menjaga pertumbuhan basis pengguna di tengah potensi kenaikan harga jual produk. Layanan ini menjadi salah satu strategi baru menjelang pergantian kepemimpinan perusahaan.

Semua hasil dan strategi ini akan menjadi bahan pertimbangan bagi John Ternus yang akan resmi menjabat sebagai CEO Apple mulai 1 September mendatang. Ternus menggantikan Tim Cook yang telah memimpin perusahaan selama lebih dari satu dekade. Dengan demikian, laporan keuangan hari Kamis ini menjadi kesempatan terakhir bagi Cook untuk mempresentasikan kinerja Apple sebagai CEO sebelum ia menyerahkan estafet kepemimpinan kepada generasi baru.

Topics
apple laba q3 iphone mac ipad tim cook john ternus layanan apple pendapatan china saham apple
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.