Saham-saham semikonduktor di Amerika Serikat kompak terpantau merah pada perdagangan Rabu (29/7). Aksi jual terjadi meskipun produsen memori asal Korea Selatan, SK Hynix, baru saja mengumumkan laba operasional kuartal II yang memecahkan rekor, namun tetap gagal memenuhi ekspektasi pasar yang terlalu tinggi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Indeks PHLX Semiconductor (^SOX) ambles lebih dari 5 persen, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya. Saham raksasa AI chip Nvidia (NVDA) terjun lebih dari 3 persen, sementara pesaingnya AMD (AMD) merosot sekitar 5 persen. Produsen memori dan penyimpanan Micron (MU) dan SanDisk (SNDK) masing-masing turun 9 persen dan 7 persen.
SK Hynix melaporkan laba operasional kuartal II naik 557 persen secara tahunan. Namun, angka tersebut masih di bawah perkiraan analis yang sangat tinggi, sehingga memicu kekhawatiran investor tentang apakah belanja terkait AI dapat mempertahankan kecepatannya saat ini. Saham SK Hynix yang terdaftar di AS pun turun lebih dari 2 persen.
Manajemen SK Hynix menyebut kegagalan memenuhi ekspektasi pasar disebabkan oleh bauran produk yang kurang menguntungkan, bukan karena melemahnya permintaan chip AI. Mereka bahkan menegaskan bahwa permintaan diperkirakan akan melampaui pasokan hingga tahun 2030. Namun demikian, produsen memori asal Korea Selatan itu juga berencana meningkatkan belanja modal tahun 2026 sekitar 50 persen menjadi setidaknya 31 miliar dolar AS untuk meningkatkan produksi memori AI, yang justru memicu kekhawatiran tentang potensi overinvestment di infrastruasi AI.
Analis Barclays memangkas target harga saham SK Hynix yang terdaftar di AS menjadi 300 dolar AS dari sebelumnya 330 dolar AS, namun tetap mempertahankan peringkat Overweight. Analis Susquehanna juga memangkas target harga saham perusahaan tersebut.
Aksi jual terjadi setelah SK Hynix sendiri sempat jatuh lebih dari 8 persen pada sesi sebelumnya karena kekhawatiran meningkatnya persaingan, kesepakatan pembiayaan terkait AI di sektor chip, dan apakah investasi besar-besaran dari hyperscalers akan menghasilkan imbal hasil yang cukup. Di Asia, investor kembali membuang saham chip seperti Samsung dan SK Hynix, mendorong indeks KOSPI Composite (^KS11) turun hampir 6 persen pada hari Rabu.
Debut kuat dari produsen memori China CXMT (688825.SS) di Shanghai pekan ini juga kembali memicu kekhawatiran bahwa meningkatnya pasokan memori dapat menekan harga chip. Kehadiran pemain baru ini dinilai menambah ketatnya persaingan di pasar memori global yang selama ini didominasi oleh Korea Selatan dan AS.
Saham semikonduktor telah menjadi pusat perdagangan kecerdasan buatan (AI) tahun ini, mendorong sektor ini ke rekor tertinggi pada bulan Juni. Sejak saat itu, saham chip turun tajam karena investor mempertanyakan apakah rencana belanja AI raksasa hyperscalers akan menghasilkan keuntungan yang memadai. Pekan lalu, saham Alphabet (GOOG, GOOGL) jatuh setelah raksasa teknologi itu mengumumkan akan menaikkan proyeksi belanja modal seiring pembangunan infrastruktur AI-nya.
Sementara itu, investor pekan ini mengalihkan fokus ke Microsoft (MSFT), Amazon (AMZN), dan Meta (META), yang semuanya diperkirakan akan mengumumkan peningkatan lebih lanjut dalam belanja terkait AI. Keputusan mereka akan sangat mempengaruhi sentimen pasar terhadap saham semikonduktor dalam jangka pendek.
Sikap hawkish The Fed yang kembali menahan suku bunga juga turut membebani sentimen pasar saham teknologi secara umum. Suku bunga yang tinggi membuat saham dengan valuasi tinggi seperti saham semikonduktor menjadi kurang menarik bagi investor, sehingga memperparah aksi jual yang terjadi.