Pasar perangkat telepon pintar atau smartphone diprediksi masih akan menghadapi jalan terjal dalam waktu dekat. Tekanan ini tidak datang dari sisi konsumen, melainkan akibat lonjakan biaya produksi yang menghantam industri teknologi secara global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer Qualcomm Inc., Cristiano Amon. Menurutnya, minat serta daya beli masyarakat terhadap ponsel pintar sebenarnya masih terpantau cukup tinggi di pasaran saat ini.
Kendati demikian, tingginya minat beli tersebut harus berbenturan dengan kenyataan pahit di sektor suplai. Kenaikan harga komponen penting seperti memori serta berbagai kendala pasokan telah memberikan dampak negatif yang signifikan bagi sektor ponsel.
"Ada permintaan untuk membeli ponsel, hanya saja harga memori dan pasokannya yang menjadi kendala," ujar Amon dalam sebuah wawancara eksklusif.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa para pelaku industri maupun konsumen harus bersiap menghadapi situasi yang belum akan membaik dalam waktu dekat. Dengan berbagai tantangan rantai pasok yang ada, pasar dipastikan bakal terus tertekan.