PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), emiten portofolio konglomerat Hermanto Tanoko, mencatatkan kinerja keuangan yang cemerlang pada paruh pertama 2026. Produsen bata ringan terbesar di Indonesia ini berhasil membukukan laba bersih Rp147 miliar, melonjak lebih dari 1.700% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Hermanto Tanoko tercatat memiliki saham BLES secara tidak langsung melalui Tancorp Investama sebesar 18,054%. Sementara itu, penerima manfaat akhir dari emiten ini adalah Dermawan Suparsono. Kinerja impresif ini semakin mengukuhkan posisi BLES di industri bahan bangunan nasional.
Lonjakan laba tersebut didorong oleh peningkatan penjualan yang signifikan. BLES membukukan pendapatan sebesar Rp848 miliar pada semester I-2026, tumbuh 33% secara year on year dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menjadi pendorong utama melesatnya laba bersih yang sebelumnya hanya Rp8 miliar pada semester I-2025.
Dari sisi operasional, volume produksi perseroan juga mengalami pertumbuhan yang positif. BLES memproduksi 1.832.507 meter kubik (M3) bata ringan pada enam bulan pertama 2026, meningkat 17% dibandingkan 1.560.067 M3 pada periode yang sama tahun 2025. Peningkatan ini menunjukkan permintaan pasar yang terus menguat.
Salah satu kunci keberhasilan BLES adalah strategi efisiensi energi dan penerapan teknologi ramah lingkungan. Perseroan secara konsisten mengoptimalkan penggunaan energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di pabrik Lamongan, Sragen, dan Banjarnegara. Hingga akhir 2025, kapasitas PLTS Atap telah mencapai 2.545 kWp.
BLES menargetkan peningkatan kapasitas PLTS Atap menjadi 4.370 kWp pada akhir 2026. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya operasional, tetapi juga memperkuat komitmen perseroan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Direktur PT Superior Prima Sukses Tbk, Andrew, menyatakan optimisme terhadap prospek ke depan. Menurutnya, perseroan akan terus mempertahankan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan melalui penguatan strategi bisnis dan peningkatan efisiensi operasional.
"Sejalan dengan itu, Perseroan juga akan terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam setiap aspek bisnis agar pertumbuhan yang dicapai tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat," ujar Andrew dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).
Kinerja moncer BLES ini turut menarik perhatian pelaku pasar. Saham emiten portofolio Hermanto Tanoko tersebut dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan pergerakan yang positif, seiring dengan kepercayaan investor terhadap prospek bisnis bata ringan yang terus berkembang seiring dengan pertumbuhan infrastruktur di Indonesia.