Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Elnusa Tbk (ELSA) membukukan kinerja keuangan yang cukup beragam di paruh pertama tahun 2026. Meskipun pendapatan perseroan tercatat naik, margin laba kotor justru mengalami penyusutan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan keuangan Elnusa per akhir Juni 2026, margin laba kotor turun dari sekitar 10,4% menjadi 9,5% pada semester I-2026. Penurunan ini terjadi di tengah upaya perseroan untuk mendongkrak pendapatan di tengah kondisi industri yang masih menantang.
Secara absolut, pendapatan Elnusa menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 8,9% menjadi Rp7,59 triliun hingga akhir Juni 2026. Angka ini meningkat dibandingkan capaian Rp6,97 triliun pada semester I-2025.
Namun, di sisi lain, beban pokok pendapatan justru melonjak sekitar 10% menjadi Rp6,86 triliun dari sebelumnya Rp6,24 triliun. Kenaikan biaya ini melampaui pertumbuhan pendapatan sehingga menekan sisi keuntungan bruto perseroan.
Akibat dari ketimpangan tersebut, laba bruto Elnusa tercatat turun tipis menjadi Rp721,66 miliar, dibandingkan Rp724,46 miliar pada semester I-2025. Meski penurunannya tidak terlalu signifikan, tren ini menjadi perhatian bagi para pemegang saham dan analis.
Para analis menilai, lonjakan beban pokok pendapatan kemungkinan besar dipicu oleh kenaikan harga komoditas dan biaya logistik yang masih tinggi. Elnusa sebagai perusahaan jasa penunjang minyak dan gas bumi sangat rentan terhadap fluktuasi biaya operasional di lapangan.
Ke depan, manajemen Elnusa diharapkan dapat menekan biaya operasional tanpa mengorbankan volume pendapatan agar margin laba kotor bisa kembali ke level sebelumnya. Pelaku pasar akan mencermati langkah efisiensi yang diambil perseroan untuk menjaga kinerja keuangan tetap solid.