Di dunia bisnis, konsolidasi atau amalgamation merupakan proses penggabungan dan akuisisi dari banyak perusahaan berskala kecil menjadi beberapa entitas yang jauh lebih besar. Dalam konteks akuntansi keuangan, istilah ini mengacu pada penggabungan laporan keuangan dari sekelompok perusahaan ke dalam laporan keuangan konsolidasian yang utuh.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan praktik hukum dan bisnis, organisasi yang bergabung secara hukum akan dilebur ke dalam satu entitas baru di mana organisasi aslinya berhenti beroperasi dan digantikan oleh entitas tersebut. Terdapat tiga bentuk kombinasi bisnis utama yang umum dijumpai di pasar komersial, yakni integrasi horizontal, integrasi vertikal, serta konglomerasi.
Perlakuan akuntansi terhadap transaksi ini sangat bergantung pada besaran persentase kepemilikan saham yang dibeli oleh perusahaan pengendali. Ketika perusahaan membeli saham kurang dari 20 persen, metode biaya biasanya diterapkan karena pengaruh terhadap perusahaan target dinilai belum signifikan.
Sementara itu, jika kepemilikan saham berada di kisaran 20 hingga 50 persen, perusahaan pembeli umumnya memiliki pengaruh yang signifikan sehingga harus menggunakan metode ekuitas. Di sisi lain, pembelian saham di atas 50 persen memberikan kendali penuh kepada perusahaan induk atas anak perusahaan, yang mewajibkan penerbitan laporan keuangan konsolidasian di akhir tahun.
Melalui laporan konsolidasian, perusahaan induk dan anak disajikan sebagai satu entitas tunggal meskipun masing-masing tetap menyelenggarakan pembukuan secara terpisah. Praktik ini memastikan transparansi finansial bagi para pemangku kepentingan dalam menilai kinerja grup secara keseluruhan.