Dalam catatan sejarah militer Inggris, nama Charles Harry Coverdale terukir sebagai salah satu pahlawan pemberani penerima Victoria Cross (VC), penghargaan tertinggi untuk keberanian di medan perang. Coverdale, yang lahir pada 21 April 1888, mengabdikan dirinya sebagai sersan di 11th Battalion, The Manchester Regiment, dan menunjukkan keberanian luar biasa saat Perang Dunia I berkecamuk.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Peristiwa heroik itu terjadi pada 4 Oktober 1917, di barat daya Poelcapelle, Belgia. Saat pasukannya mendekati posisi musuh, Coverdale dengan tenang dan sigap melumpuhkan tiga penembak jitu (sniper) Jerman yang mengancam keselamatan pasukannya. Tindakan cepat ini menjadi awal dari serangkaian aksi berani yang akan mengantarnya meraih medali tertinggi Kerajaan Inggris.
Tak berhenti di situ, Coverdale kemudian dengan berani menyerbu dua posisi senapan mesin musuh. Dalam serangan itu, ia berhasil membunuh atau melukai seluruh awak senapan mesin tersebut, menghancurkan pertahanan musuh yang sangat berbahaya. Keberaniannya di tengah hujan peluru menjadi inspirasi bagi seluruh pasukannya.
Setelah berhasil melumpuhkan pertahanan musuh, Coverdale tidak berhenti bergerak. Dia segera mereorganisasi peletonnya untuk merebut posisi lain. Namun, ketika pasukannya berada dalam jarak 100 yard dari target, mereka terpaksa mundur karena terhalang oleh tembakan artileri dari pasukan sendiri (friendly fire) yang tak terhindarkan.
Meski harus mundur, Coverdale tetap menunjukkan jiwa kepemimpinan yang luar biasa. Dia kembali maju dengan hanya lima orang untuk merebut posisi tersebut. Namun, saat melihat sejumlah besar pasukan musuh bergerak maju untuk menyerang, Coverdale dengan cerdik memutuskan untuk mundur secara teratur. Dia memimpin penarikan mundur satu per satu, dan memastikan dirinya menjadi orang terakhir yang mundur.
Atas keberanian dan kepemimpinannya yang luar biasa tersebut, Charles Coverdale dianugerahi Victoria Cross. Ia kemudian naik pangkat menjadi letnan dua di Manchester Regiment. Coverdale wafat pada 20 November 1955. Kisahnya tetap menjadi contoh keteladanan bagi prajurit hingga saat ini, terutama dalam hal keberanian, taktik, dan kesetiaan kepada sesama prajurit.