Euro merupakan mata uang resmi yang dipakai di 20 negara anggota Uni Eropa. Secara giral, mata uang ini mulai digunakan sejak tanggal 1 Januari 1999, sedangkan secara fisik atau kartal baru beredar secara luas pada tanggal 1 Januari 2002.
Sebagai mata uang cadangan terbesar kedua di dunia, euro menempati posisi strategis dalam perdagangan global setelah dolar Amerika Serikat. Berdasarkan data per Desember 2019, nilai gabungan uang kertas dan koin euro yang beredar mencapai lebih dari 1,3 triliun euro.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMata uang ini dibagi menjadi 100 sen dengan berbagai denominasi koin dan uang kertas. Desain uang kertas euro dirancang oleh desainer Austria Robert Kalina dengan menampilkan karakteristik arsitektur Eropa seperti jendela, gerbang, dan jembatan.
Simbol khusus euro diciptakan berdasarkan inspirasi huruf epsilon Yunani serta huruf pertama kata Eropa. Simbol tersebut dilengkapi dua garis paralel untuk melambangkan kestabilan ekonomi dari mata uang tersebut.
Negara Pengguna dan Karakteristik Zona Euro
Sebanyak 20 negara anggota Uni Eropa tergabung dalam wilayah penggunaan mata uang tunggal yang dikenal sebagai Zona Euro. Sebelas negara pertama mulai mengadopsi mata uang ini sejak awal tahun 1999.
Negara-negara lain kemudian menyusul bergabung pada tahun-tahun berikutnya, seperti Yunani, Slovenia, Siprus, Malta, Slowakia, Estonia, hingga Kroasia yang resmi bergabung pada 1 Januari 2023.
Setiap negara anggota memiliki ciri khas tersendiri pada sisi belakang koin logam euro, sementara uang kertas memiliki desain seragam yang berlaku di seluruh kawasan Zona Euro.
Negara-negara yang ingin beralih menggunakan mata uang euro wajib memenuhi berbagai kriteria ekonomi dan hukum yang telah ditetapkan secara ketat oleh otoritas Uni Eropa.