JSE Limited yang sebelumnya dikenal sebagai Johannesburg Stock Exchange merupakan bursa efek utama di Afrika Selatan sekaligus yang terbesar di benua Afrika berdasarkan kapitalisasi pasar. Sejak tahun 2000, pusat operasional bursa ini berlokasi di kawasan Sandton, Gauteng, setelah sebelumnya berpindah dari kawasan pusat bisnis Johannesburg.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sejarah panjang bursa ini berakar dari penemuan emas di Witwatersrand pada tahun 1886, yang memicu pertumbuhan pesat perusahaan tambang dan keuangan. Transaksi saham perdana pada masa itu bahkan dilakukan di sebuah tenda kanvas sederhana dan hanya dilangsungkan pada hari Minggu karena aturan ketat bagi pekerja tambang.
Bursa ini resmi didirikan pada 8 November 1887 berkat prakarsa seorang pengusaha asal London bernama Benjamin Minors Woollan. Keunggulan utama JSE pada masa-masa awal adalah prosedur pencatatan perusahaan yang mudah dan relatif murah, sehingga menarik puluhan hingga ratusan emiten dalam waktu singkat.
Seiring berjalannya waktu, JSE terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan modernisasi finansial. Pada tahun 1996, sistem perdagangan konvensional open outcry resmi ditinggalkan dan beralih sepenuhnya ke sistem perdagangan elektronik untuk meningkatkan efisiensi.
Komitmen terhadap transparansi dan keberlanjutan terus diperkuat melalui berbagai inisiatif modern, termasuk pencatatan JSE Limited di papan utamanya sendiri pada tahun 2006. Hingga kini, JSE menguasai sekitar 60 persen dari total nilai pasar ekuitas di seluruh benua Afrika dengan ratusan perusahaan terdaftar di dalamnya.