Kota Prabumulih adalah sebuah wilayah otonom di provinsi Sumatra Selatan yang memiliki luas daratan mencapai 434,46 kilometer persegi. Berdasarkan data akhir tahun 2024, jumlah penduduk kota ini tercatat sebanyak 213.523 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk mencapai 490 jiwa per kilometer persegi.
Wilayah ini dulunya berstatus sebagai kota administratif dari Kabupaten Muara Enim sebelum akhirnya resmi disahkan sebagai kota otonom melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2001. Secara geografis, daerah yang beriklim tropis basah ini berada di Cekungan Sumatra Selatan yang sangat kaya akan sumber daya alam migas.
Sektor industri energi memegang peranan penting karena wilayah ini menghasilkan ribuan barel minyak bumi dan gas alam setiap tahunnya melalui pengelolaan lapangan migas oleh Pertamina EP. Julukan sebagai kota minyak melekat erat pada daerah ini seiring dengan masifnya aktivitas eksplorasi energi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain sektor migas, wilayah ini juga mendapat julukan sebagai kota nanas berkat kesuburan tanah Podsolik Merah Kuning yang mendukung perkebunan nanas madu. Komoditas unggulan pertanian tersebut dipasarkan secara luas hingga ke Pulau Jawa dan menjadi salah satu ikon kebanggaan masyarakat setempat.
Keragaman Budaya dan Sektor Wisata Kota Prabumulih
Masyarakat asli yang mendiami wilayah ini terdiri dari beberapa suku lokal seperti Suku Rambang, Suku Belide, dan Suku Lematang serta berdampingan harmonis dengan berbagai suku pendatang. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, mayoritas penduduknya memeluk agama Islam dengan persentase mencapai 98,06 persen.
Dukungan infrastruktur pemerintahan di wilayah ini terbagi secara administratif menjadi 6 kecamatan dan 37 kelurahan serta sejumlah desa. Perkembangan pembangunan daerah ini juga tercermin dari angka Indeks Pembangunan Manusia atau IPM yang mencapai 76,46 pada kategori tinggi.
Potensi wisata di daerah ini terus berkembang melalui pemanfaatan lanskap alam seperti agrowisata kebun nanas, pemandangan kolam biru bekas galian tambang, hingga wisata tepian Sungai Lematang. Destinasi-destinasi tersebut menawarkan daya tarik tersendiri bagi para pelancong yang berkunjung ke Sumatra Selatan.
Aksesibilitas menuju kawasan ini juga ditunjang oleh jaringan transportasi darat yang memadai serta jalur kereta api yang menghubungkan antarwilayah. Keharmonisan antara kawasan industri energi, lahan pertanian yang subur, dan pelestarian alam menjadikan wilayah ini terus bertumbuh pesat.