Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Saham Walmart Anjlok 8 Persen,...
EKONOMI

Saham Walmart Anjlok 8 Persen, Penjualan AS Melambat Sejak Pandemi

By Bambang Prasetyo 2 min read 21 Agustus 2026
Grafik penurunan saham Walmart setelah mencatatkan pertumbuhan penjualan AS paling lambat sejak 2020

Grafik penurunan saham Walmart setelah mencatatkan pertumbuhan penjualan AS paling lambat sejak 2020

Saham Walmart mengalami kejatuhan tajam pada perdagangan hari Kamis setelah raksasa ritel tersebut melaporkan pertumbuhan penjualan di Amerika Serikat yang paling lambat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Forbes, penurunan ini terjadi meskipun perolehan laba perusahaan sebenarnya berhasil melampaui ekspektasi dari Wall Street.

Berdasarkan laporan media, saham Walmart merosot hingga sekitar 7,3 persen ke kisaran USD 105 sesaat setelah pasar dibuka. Angka ini mencatatkan penurunan intraday terbesar bagi perusahaan ritel tersebut sejak bulan Mei tahun lalu, akibat tekanan dari sektor farmasi yang terdampak oleh kebijakan negosiasi harga obat federal.

Meskipun penjualan AS hanya tumbuh sebesar 2,6 persen pada kuartal tersebut dan menandai laju paling lambat sejak kuartal keempat tahun 2020, Walmart sebenarnya mencatatkan total pendapatan kuartalan yang fantastis sebesar USD 187,9 miliar. Perusahaan juga sukses menaikkan proyeksi penjualan serta pendapatan operasional tahun penuh mereka.

Chief Financial Officer Walmart, John David Rainey, mengungkapkan kepada Bloomberg bahwa negosiasi obat federal memberikan dampak yang jauh lebih besar dari perkiraan awal perusahaan. Selain itu, Rainey juga menyampaikan kepada CNBC bahwa Walmart mengantisipasi tambahan beban biaya bahan bakar yang lebih tinggi sebesar USD 2 miliar pada tahun 2026 ini.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, manajemen memastikan bahwa konsumen AS secara keseluruhan masih terus berbelanja meskipun dihadapkan pada kenaikan harga bahan bakar. Perusahaan juga masih menunggu potensi pengembalian dana tarif senilai USD 2,9 miliar yang nantinya berencana digunakan untuk menekan harga jual bagi para konsumen.

Topics
walmart saham bisnis ekonomi as ritel wall street forbes
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.