Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Sinyal Kebijakan Kevin Warsh Bikin...
EKONOMI

Sinyal Kebijakan Kevin Warsh Bikin J.P. Morgan Ubah Proyeksi Suku Bunga

By Bambang Prasetyo • 2 min read • 1 Agustus 2026
Gedung Federal Reserve di Washington DC dengan latar belakang pasar keuangan

Gedung Federal Reserve di Washington DC dengan latar belakang pasar keuangan

Pasar keuangan Wall Street diguncang oleh ketidakpastian baru menyusul arah kebijakan yang disampaikan oleh Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh. Dalam konferensi pers usai rapat Federal Open Market Committee atau FOMC, Warsh dinilai minim transparansi mengenai strategi pengendalian inflasi ke depan. Hal ini langsung memicu reaksi tajam dari para pelaku pasar dan institusi keuangan besar dunia.

Salah satu bank investasi terkemuka, J.P. Morgan, secara mendadak mengubah proyeksi suku bunga acuannya menjadi jauh lebih ketat atau hawkish. Kepala Ekonom AS J.P. Morgan, Michael Feroli, memperkirakan bank sentral Amerika Serikat tersebut akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember mendatang. Langkah ini merupakan revisi signifikan dari perkiraan sebelumnya yang memperkirakan pelonggaran baru terjadi pada paruh kedua tahun depan.

Dalam catatan kepada para kliennya dengan tajuk "Talk is Cheap", Feroli menyebutkan bahwa pernyataan Warsh gagal memberikan pandangan makroekonomi yang koheren. "Sangat sulit memahami pernyataan Warsh yang minim kejelasan mengenai bagaimana ia berniat mencapai target inflasi secara tegas," tulis Feroli dalam catatannya. Ketidakpastian ini dinilai menciptakan volatilitas tambahan di pasar obligasi, di mana imbal hasil US Treasury 30 tahun sempat melonjak tajam.

Keputusan FOMC sendiri sebelumnya mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen dengan hasil voting 9 melawan 3. Tiga pejabat regional Fed bahkan secara terang-terangan memilih kenaikan 25 basis poin akibat kekhawatiran terhadap inflasi yang masih persisten. Di sisi lain, para trader kini mulai memperhitungkan probabilitas kenaikan suku bunga lanjutan seiring meningkatnya tekanan harga energi global akibat konflik geopolitik.

Ketidakpastian ini semakin diperparah oleh keraguan pasar apakah indeks harga Personal Consumption Expenditures atau PCE akan tetap menjadi indikator utama kebijakan moneter Fed ke depan. Tanpa kejelasan arah pengganti indikator tersebut, para pelaku pasar kini bersiap menghadapi potensi gejolak lanjutan. Sejumlah institusi besar lainnya seperti BofA Global Research bahkan memperkirakan langkah pengetatan yang lebih agresif jika tekanan inflasi domestik terus berlanjut.

Topics
federal reserve j.p. morgan kevin warsh suku bunga inflasi as ekonomi global wall street fomc
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.