Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Bos Indodax Bicara Blak-blakan Soal...
EKONOMI

Bos Indodax Bicara Blak-blakan Soal Bitcoin di Tengah Suku Bunga The Fed

By Redaksi Kabayan News • 4 min read • 1 Agustus 2026
Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian berbicara tentang Bitcoin dan strategi investasi

Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian berbicara tentang Bitcoin dan strategi investasi

Federal Reserve (The Fed) kembali mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% hingga 3,75% dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Juli 2026. Keputusan yang kelima kalinya berturut-turut ini pun tak mengejutkan pasar, termasuk pasar aset kripto.

Respons Bitcoin terhadap pengumuman The Fed relatif terbatas. Harga Bitcoin di Market Indodax masih bertahan di rentang Rp 1.150.000.000 hingga Rp 1.172.000.000. Stabilitas ini mencerminkan bahwa keputusan bank sentral AS telah sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar.

Meski demikian, hasil pemungutan suara FOMC yang terbelah 9 berbanding 3 menunjukkan adanya perbedaan pandangan di internal The Fed mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Hal ini menjadi sinyal bahwa pelaku pasar tetap harus mencermati perkembangan data ekonomi selanjutnya.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, menegaskan bahwa pasar tidak hanya memperhatikan keputusan suku bunga, tetapi juga pesan keseluruhan yang disampaikan bank sentral. Bagi pasar, yang terpenting bukan hanya apakah suku bunga dinaikkan atau dipertahankan, tetapi juga seberapa besar kepastian yang diberikan terhadap arah kebijakan berikutnya, ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026).

Saat hasil FOMC sesuai ekspektasi, ruang bagi volatilitas akibat kejutan kebijakan cenderung berkurang. Ini menunjukkan bahwa sentimen pasar terbentuk dari kombinasi berbagai faktor, bukan hanya satu indikator saja, tambah Aloysia.

Menurutnya, kebijakan suku bunga The Fed memiliki pengaruh luas terhadap pasar keuangan global karena memengaruhi likuiditas, biaya pendanaan, serta preferensi investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto. Setiap perubahan arah kebijakan moneter AS umumnya turut memengaruhi pergerakan berbagai kelas aset, termasuk Bitcoin.

Di tengah dinamika pasar, Aloysia mengingatkan investor untuk tetap disiplin menjalankan strategi investasi. Investor sebaiknya tidak terpaku pada fluktuasi harga jangka pendek, tetapi tetap disiplin menjalankan strategi investasi sesuai tujuan dan profil risiko, tegasnya.

Salah satu pendekatan yang direkomendasikan adalah Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu berinvestasi secara rutin dengan nominal tetap. Strategi ini membantu mengurangi risiko market timing dan dapat meredam volatilitas pasar dalam jangka panjang.

Melihat kondisi pasar saat ini, DCA dapat menjadi salah satu strategi yang relevan. Namun, apapun strategi yang dipilih, investor tetap perlu Do Your Own Research (DYOR) agar keputusan investasi didasarkan pada pemahaman yang memadai, pungkas Aloysia.

Sebagai licensed crypto exchange Indonesia, Indodax terus berkomitmen menghadirkan layanan aman, transparan, dan sesuai regulasi. Perusahaan juga terus mendorong peningkatan literasi masyarakat agar memahami risiko investasi dan membangun strategi yang disiplin.

Topics
indodax bitcoin the fed suku bunga fomc kripto aloysia dian dollar cost averaging investasi aset kripto
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.