Kabar gembira datang bagi para investor raksasa e-commerce dan teknologi dunia, Amazon. Nilai saham perusahaan tersebut mendadak melambung tinggi hingga 15 persen setelah merilis laporan keuangan kuartal kedua yang jauh melampaui ekspektasi pasar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Lonjakan drastis ini dipicu oleh performa luar biasa dari unit bisnis komputasi awan mereka, Amazon Web Services atau AWS. Divisi tersebut mencatatkan pendapatan fantastis sebesar USD 42,2 miliar pada kuartal kedua, yang menunjukkan pertumbuhan hingga 36,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
CEO Amazon, Andy Jassy, mengungkapkan bahwa perusahaannya sukses menambah pendapatan lebih dari USD 4,6 miliar dalam satu kuartal saja. Ia menyebut pencapaian ini sebagai rekor kenaikan terbesar dalam sejarah perusahaan dengan nilai backlog yang menembus angka USD 496 miliar.
Tidak hanya mengandalkan layanan cloud konvensional, bisnis kecerdasan buatan dan cip kustom milik Amazon juga mencatat rekor membanggakan. Masing-masing lini bisnis tersebut kini telah melampaui tingkat pendapatan tahunan sebesar USD 25 miliar dengan pertumbuhan tiga digit.
Meski Amazon berencana meningkatkan belanja modal untuk infrastruktur AI hingga mencapai sekitar USD 220 miliar, para pelaku di Wall Street tampaknya tidak mempermasalahkannya. Pertumbuhan agresif dan margin operasional yang kian melebar membuat investor memaklumi lonjakan biaya tersebut.
Analis senior dari CFRA Research, Arun Sundaram, bahkan tidak segan-segan menyebut pencapaian tersebut sebagai sebuah pukulan telak yang sukses. Menurutnya, skala bisnis AWS yang kini berada di kisaran USD 170 miliar per tahun sudah sangat layak untuk membenarkan seluruh pengeluaran besar perusahaan.