Mojtaba Khamenei resmi terpilih menjadi Pemimpin Tertinggi Iran yang baru menggantikan mendiang ayahnya, Ali Khamenei, dalam proses transisi kilat yang digelar oleh Assembly of Experts. Berdasarkan laporan media pemerintah, penunjukan ini diumumkan menyusul kekosongan kekuasaan pasca-tewasnya Ali Khamenei dalam serangan udara yang terjadi pada akhir Februari lalu.
Berdasarkan analisis tim redaksi, proses suksesi kepemimpinan di Iran ini berlangsung dalam situasi penuh tekanan di tengah konflik bersenjata yang melibatkan operasi militer gabungan. Sidang pemilihan darurat tersebut sempat diwarnai insiden ledakan di kantor Assembly of Experts di Kota Qom, yang memicu spekulasi luas mengenai stabilitas politik internal Iran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebelum penunjukan resminya, nama Mojtaba Khamenei memang kerap disebut oleh para pengamat internasional sebagai salah satu kandidat kuat penerus takhta kekuasaan. Meskipun sempat muncul penolakan dari berbagai pihak terkait dinasti kepemimpinan, manuver politik tingkat tinggi di lingkaran elit ulama Iran akhirnya memuluskan langkahnya.
Dewan transisi darurat sempat dibentuk untuk mengisi kekosongan jabatan sebelum keputusan final diambil oleh lembaga pemegang konstitusi tertinggi tersebut. Berdasarkan laporan awak media, pengamanan ketat serta tekanan dari korps pengawal revolusi turut memastikan hasil pemilihan rampung dalam waktu singkat tanpa perlawanan berarti dari faksi oposisi.