Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC mengeluarkan peringatan terbuka kepada masyarakat. Otoritas militer Iran tersebut mendesak para penduduk yang tinggal di negara-negara tuan rumah pasukan Amerika Serikat untuk tidak mendekati radius 500 meter dari sejumlah titik bangunan tertentu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari Jumat, pihak IRGC mengklaim bahwa para perwira serta personel militer Amerika Serikat telah meninggalkan markas komando resmi mereka. Pasukan tersebut disebut-sebut berpindah dan menempati gedung-gedung yang berada di tengah kawasan permukiman perkotaan demi mengarahkan jalannya operasi militer.
Menyikapi situasi yang dinilai berisiko tinggi tersebut, pihak berwenang mendesak warga sipil agar segera mengambil langkah antisipasi keselamatan. "Warga diimbau untuk segera tetap berada setidaknya 500 meter jauhnya dari lokasi-lokasi tersebut demi keselamatan jiwa mereka," demikian bunyi imbauan tegas yang disampaikan melalui pernyataan resmi.
Selain mengeluarkan peringatan keamanan terkait titik akomodasi tersebut, pihak Iran juga melontarkan tuduhan keras terhadap Washington. Pemerintah Washington dituding secara sengaja telah melakukan aksi penargetan terhadap berbagai fasilitas infrastruktur sipil penting, mulai dari jembatan, dermaga nelayan, perahu, sarana transportasi kendaraan darat, hingga jalur perkeretaapian di wilayah Iran.