Sebagaimana diwartakan oleh The Independent, dinamika politik Amerika Serikat kembali diwarnai kejutan setelah Michael Cohen, yang dulunya merupakan orang kepercayaan sekaligus saksi kunci yang berbalik menyerang Donald Trump, akhirnya melakukan percakapan publik pertama dengan sang presiden setelah delapan tahun berseteru.
Dalam sebuah pratinjau eksklusif untuk wawancara WABC yang dibagikan pada hari Kamis, Cohen menggambarkan percakapan tersebut berlangsung dengan cair dan akrab, menandai berakhirnya masa-masa ketegangan di antara keduanya.
Mengutip laporan media, Cohen membuka percakapan dengan mengakui bahwa perjalanan hubungan mereka di masa lalu penuh dengan dinamika yang berat, namun suasana berubah hangat ketika Trump melontarkan pujian dan simpati atas situasi hukum yang pernah dihadapi Cohen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, dalam perbincangan tersebut Cohen sempat menyinggung soal pandangan publik mengenai spekulasi pencalonan presiden untuk periode ketiga, meskipun gagasan tersebut memicu berbagai perdebatan konstitusional di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Trump dengan percaya diri menyatakan bahwa posisinya dalam survei riil sangat kuat dan mengklaim bahwa dirinya akan mampu meraih kemenangan besar dengan selisih suara yang sangat telak jika kembali turun bertarung di bursa pencalonan.
Di sisi lain, hasil jajak pendapat dari lembaga survei seperti Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja kepemimpinan Trump masih berada di angka yang relatif rendah, kontras dengan klaim kemenangan mutlak yang disampaikannya.
Rekonsiliasi antara Trump dan Cohen ini sendiri bermula dari pengalaman bersama terkait rasa dikhianati oleh lingkaran politik tertentu, yang pada akhirnya mencairkan hubungan beku di antara dua figur kontroversial dalam panggung politik Amerika tersebut.