Kelompok Hamas menyatakan bahwa komitmen Israel untuk menghentikan pembunuhan dan mengakhiri serangannya merupakan "pintu gerbang esensial" bagi kemajuan implementasi perjanjian gencatan senjata di Gaza. Pernyataan ini disampaikan dalam rilis resmi di Telegram pada Jumat (31/7), merespons dinamika negosiasi fase kedua yang masih alot.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam pernyataannya, Hamas mengklaim bahwa mereka dan faksi-faksi Palestina lainnya telah terlibat secara "bertanggung jawab dan positif" dalam pembicaraan serta proposal mediator untuk menyelesaikan implementasi fase kedua. Proses ini, kata mereka, merupakan hasil dari "konsensus nasional Palestina" yang telah dicapai.
"Komitmen pendudukan untuk menghentikan pembunuhan dan mengakhiri serangannya adalah pintu gerbang esensial dan langkah pertama untuk bergerak maju dengan implementasi serta menetapkan kerangka waktu atas apa yang telah disepakati," demikian pernyataan resmi Hamas.
Kelompok tersebut menegaskan bahwa implementasi fase kedua tetap bersyarat pada pemenuhan "semua ketentuan fase pertama" oleh Israel. Mereka juga menyebutkan bahwa persetujuan mereka untuk memasukkan isu "senjata berat" dalam kesepakatan bergantung pada sejumlah kondisi, termasuk penghentian agresi, penarikan penuh Israel dari Jalur Gaza, upaya pemulihan dini, serta pembentukan komite administratif dan penempatan pasukan perlindungan internasional.
Selain itu, Hamas juga mensyaratkan pembubaran "geng-geng bersenjata dan milisi yang dibentuk oleh pendudukan", jaminan rekonstruksi, hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Palestina, dan pembentukan negara Palestina yang merdeka. Mereka juga memberikan penghormatan kepada keteguhan warga Gaza dan berjanji terus bekerja sama dengan faksi lain untuk melindungi hak-hak rakyat.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan telah dicapai untuk pelucutan senjata lengkap Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza. Trump menyebutkan bahwa pasukan Israel akan ditarik secara bertahap seiring proses berjalan. Ia juga mengapresiasi peran Mesir, Qatar, dan Turkiye dalam membantu kesepakatan yang ia sebut sebagai "terobosan bersejarah".