Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Trump Perintahkan Militer AS Serang...
INTERNASIONAL

Trump Perintahkan Militer AS Serang Iran Akhir Pekan Ini

By Dewi Lestari • 1 min read • 1 Agustus 2026
Presiden AS Donald Trump saat memberikan pernyataan terkait rencana serangan militer baru ke Iran.

Presiden AS Donald Trump saat memberikan pernyataan terkait rencana serangan militer baru ke Iran.

Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran dipastikan bakal kembali meningkat tajam dalam waktu dekat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan telah memberikan instruksi langsung kepada jajaran militer AS untuk melancarkan operasi serangan baru terhadap Iran.

Berdasarkan laporan eksklusif yang dirilis oleh The Wall Street Journal pada Jumat, rencana aksi militer tersebut dijadwalkan bisa berlangsung paling cepat pada akhir pekan ini. Langkah tegas ini diambil Gedung Putih dengan tujuan utama memaksa pihak Teheran agar segera menyerah.

Keputusan peluncuran serangan baru ini muncul hanya berselang beberapa jam setelah Trump mengeluarkan pernyataan keras di hadapan publik. Ia kembali mempertanyakan efektivitas perundingan damai serta menegaskan kembali ancamannya merespons insiden serangan rudal terhadap pangkalan militer AS di Yordania.

"Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras," ujar Trump dengan nada tegas di tengah agenda rapat kabinet.

Tidak hanya sekadar memberikan peringatan verbal, Trump juga meyakini bahwa tekanan militer berskala besar akan mengubah situasi secara drastis. Ia mengeklaim bahwa pada akhirnya pihak lawan akan menyerah dan mengakui kekalahan.

"Dan pada akhirnya mereka akan mengatakan bahwa mereka sudah tidak sanggup lagi," tambahnya.

Topics
donald trump iran amerika serikat militer as timur tengah konflik global berita internasional
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.