Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, mengklaim bahwa pesawat tempur Amerika Serikat (AS) lepas landas dari pangkalan di Israel untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Pernyataan mengejutkan ini disampaikan Katz dalam wawancara dengan Channel 14 pada Selasa (28/7), yang langsung memicu spekulasi mengenai eskalasi konflik di Timur Tengah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →"Pesawat tempur AS lepas landas dari Israel untuk melancarkan serangan ke Iran, dan Iran mengetahui hal itu," ujar Katz dengan tegas dalam wawancara tersebut. Namun demikian, ia mengungkapkan adanya perbedaan pendapat dengan Washington terkait target serangan. Israel disebutnya ingin menghancurkan infrastruktur energi Iran, tetapi AS menolak rencana itu pada tahap ini.
"Kami sangat ingin menyerang target energi Iran, tetapi AS tidak setuju dengan hal itu pada saat ini," kata Katz. Ia juga memberikan ancaman keras kepada Tehran, menyatakan bahwa Israel siap merespons dengan kekuatan penuh jika diserang. "Jika mereka menembaki Israel, kami akan merespons dengan kekuatan penuh. Kami siap menyerang Iran secara mandiri," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas klaim Katz. Sikap diam Tehran ini menambah ketegangan di kawasan, mengingat pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran serta sekutu-sekutunya di kawasan.
Katz juga menyinggung soal isu buffer zone atau zona penyangga. Ia mengklaim bahwa Presiden AS Donald Trump memahami bahwa Israel tidak akan menarik diri dari apa yang disebutnya sebagai "zona penyangga" di Lebanon, Gaza, dan Suriah. Ini menegaskan posisi Israel yang ingin mempertahankan kendali keamanan di wilayah-wilayah tersebut pasca-konflik.
Menyoal serangan drone dari Irak yang dicegat di dekat perbatasan Yordania pada hari yang sama, Katz bersikap santai. "Kami tahu cara mengelola situasi. Kami siap," katanya ketika ditanya apakah Israel akan merespons insiden tersebut.
Dalam kesempatan itu, Katz juga mengungkap kunjungannya ke Jalur Gaza seminggu lalu. Ia mengklaim bahwa Israel telah berhasil menghancurkan Gaza, baik di atas maupun di bawah tanah, merujuk pada terowongan-terowongan yang digunakan oleh kelompok pejuang Palestina.
Ketika ditanya soal kemungkinan pembangunan permukiman ilegal di Gaza, Katz mengatakan bahwa waktu yang tepat adalah ketika Israel menyatakan Hamas tidak mematuhi perjanjian gencatan senjata. Saat ini, gencatan senjata memang berlaku sejak 10 Oktober 2025, namun Israel tetap melakukan serangan harian.
Perlu dicatat, Israel memulai agresi militernya di Gaza pada 8 Oktober 2023 dengan dukungan penuh dari AS. Sejak saat itu, lebih dari 73.000 warga Palestina tewas dan 174.000 lainnya terluka, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak, menurut data otoritas kesehatan setempat. Meskipun gencatan senjata telah berlaku, serangan Israel masih terus berlangsung secara sporadis.