Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Memanas, China Gelar Latihan Militer...
INTERNASIONAL

Memanas, China Gelar Latihan Militer di Sekitar Scarborough Shoal

By Dewi Lestari • 2 min read • 2 Agustus 2026
Ilustrasi armada dan bendera China di tengah memanasnya situasi Laut China Selatan

Ilustrasi armada dan bendera China di tengah memanasnya situasi Laut China Selatan

Ketegangan di kawasan perairan strategis kembali meningkat setelah militer China melancarkan unjuk kekuatan. Otoritas pertahanan Beijing mengerahkan pasukan gabungan yang melibatkan matra udara dan laut untuk menggelar latihan tempur di sekitar kawasan sengketa.

Latihan militer gabungan tersebut dipusatkan di perairan serta wilayah udara sekitar Scarborough Shoal. Wilayah yang menjadi titik sengketa panas ini dikenal oleh publik China sebagai Huangyan Dao, sementara pihak Manila menyebutnya sebagai Bajo de Masinloc.

Pihak militer Beijing berdalih bahwa rangkaian latihan tempur ini merupakan langkah responsif yang wajib diambil. Aksi tersebut diklaim sebagai bentuk pencegahan terhadap tindakan sejumlah negara yang dinilai sengaja merusak stabilitas dan perdamaian regional.

Selain menggelar latihan tempur udara dan laut, otoritas maritim China juga memperketat aturan di wilayah tersebut. Kebijakan baru terkait pengelolaan cagar alam nasional telah diberlakukan secara resmi untuk melarang aktivitas penambangan hingga penangkapan ikan ilegal.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan Kedutaan Besar Filipina di Beijing belum memberikan tanggapan resmi. Pemerintah Manila memilih untuk tidak langsung berkomentar terkait eskalasi latihan militer dan kebijakan baru yang diterapkan di perairan sengketa tersebut.

Topics
china scarborough shoal laut china selatan militer china filipina geopolitik asia pasifik
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.