Menjelang akhir masa jabatannya sebagai Pelaksana Tugas Direktur Intelijen Nasional (ODNI), Bill Pulte mengumumkan langkah drastis dengan memangkas sekitar 30 persen staf di lembaga koordinasi intelijen tersebut. Pengumuman itu disampaikan Pulte melalui akun media sosialnya pada Selasa pagi, bertepatan dengan agenda konfirmasi penggantinya di Senat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →"Kabar baik! Selain DEKLASIFIKASI bersejarah oleh Presiden, kami pagi ini melaksanakan putaran kelima dan hampir final PEMUTUSAN, sekitar 30 persen pengurangan staf dari beberapa minggu lalu," tulis Pulte. "Komunitas Intelijen harus melindungi rakyat Amerika, bukan keinginan politik elit korup yang gemuk."
Pemangkasan ini diperkirakan berdampak pada lebih dari 300 pegawai di ODNI, lembaga yang bertugas mengoordinasikan intelijen dari 17 badan intelijen AS lainnya dan mengawasi anggaran mereka. Pengumuman ini muncul pada hari yang sama ketika Senat dijadwalkan memberikan suara untuk menggantikan Pulte dengan Jay Clayton, jaksa federal Manhattan saat ini.
Langkah pemangkasan staf ini menjadi yang terbaru dari upaya pemerintahan Trump untuk menekan ODNI, yang selama ini memang kerap dikritik oleh anggota Kongres dari dua kubu karena dianggap terlalu besar. Namun, langkah ini menuai kritik dari kalangan Demokrat yang sebelumnya memperingatkan bahwa Pulte tidak memiliki pengalaman yang cukup untuk melakukan pemotongan besar-besaran tanpa membahayakan keamanan nasional.
Pulte, yang merupakan loyalis Presiden Trump, tidak memiliki latar belakang di bidang keamanan nasional ketika ditunjuk sebagai Plt DNI. Sebelumnya, ia lebih dikenal karena menyebarkan dugaan penipuan hipotek terhadap lawan-lawan politik Trump. Pengangkatannya sempat memicu protes dari para senator Demokrat.
Meski ukuran pasti ODNI bersifat rahasia, pendahulu Pulte, Tulsi Gabbard, sebelumnya mengklaim telah memangkas sekitar 40 persen staf ODNI sebelum mengundurkan diri pada Juni lalu, menyisakan sekitar 1.300 personel. Trump kemudian ingin Pulte melangkah lebih jauh, dan menunjuknya untuk memimpin lembaga tersebut.
Sejumlah senator Demokrat meragukan klaim Pulte tentang pemangkasan ini. Rachel Cohen, juru bicara Senator Mark Warner, menyatakan bahwa Plt DNI sejauh ini belum memberikan informasi yang diperlukan kepada Komite Intelijen Senat untuk menilai keakuratan pernyataannya.
Sementara itu, proses konfirmasi Jay Clayton sebagai pengganti tetap Pulte juga berlangsung alot. Clayton, yang sebelumnya mendapat dukungan bipartisan, kehilangan dukungan dari Demokrat setelah menolak secara tegas mengakui bahwa Joe Biden memenangkan pemilu 2020. Senat dijadwalkan memberikan suara akhir pada hari ini setelah pada hari Senin lalu partai Republik di Senat menyetujui untuk melanjutkan proses nominasi Clayton.