Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur bersama TNI Angkatan Laut kembali memperkuat komitmen menjaga kedaulatan finansial nusantara melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026. Berdasarkan laporan yang dihimpun, pelayaran menggunakan armada KRI Hiu-634 ini resmi dilepas pada Kamis, 20 Agustus 2026, dan dijadwalkan berlangsung hingga 26 Agustus mendatang.
Ada yang istimewa dalam pelaksanaan ekspedisi tahun ini. Selain mengemban misi utama mendistribusikan uang Rupiah layak edar ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil, pelayaran ini juga membawa misi kemanusiaan darurat untuk meringankan beban para korban gempa bumi di Flores bagian utara.
Dalam pelaksanaan program tersebut, Bank Indonesia NTT menyiapkan dana segar sebesar Rp 4,3 miliar yang dialokasikan khusus untuk melayani penukaran uang di lima pulau terpencil, meliputi Pulau Riung, Palue, Pemana, Waiwerang, hingga Lamalera. Masyarakat di wilayah kepulauan ini tidak hanya mendapatkan akses kas keliling, tetapi juga edukasi terkait cinta, bangga, dan paham Rupiah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSeiring dengan misi keuangan tersebut, Ikatan Pegawai Bank Indonesia bersama TNI AL turut menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako serta logistik obat-obatan. Mengutip keterangan resmi, bantuan ini difokuskan langsung bagi warga terdampak gempa di Pulau Riung, Palue, dan Pemana yang saat ini masih berjuang menjalani masa pemulihan.
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT Adidoyo Prakoso menjelaskan bahwa kolaborasi strategis ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di pulau-pulau terluar. "Sinergi antara Bank Indonesia dan TNI AL menjadi faktor penting dalam menjangkau wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tinggi, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat," ujar Adidoyo.
Senada dengan hal tersebut, Komandan Kodaeral VII Kupang Laksamana Muda TNI Joni Sudianto menegaskan bahwa pengerahan KRI Hiu-634 menjadi bukti soliditas TNI dan lembaga negara di tengah situasi pascabencana. "Di saat akses dan mobilitas pascabencana masih menjadi tantangan, kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian, solidaritas, dan pelayanan kepada masyarakat dapat menjangkau hingga pulau-pulau terluar," pungkasnya.