Carita Waruga Guru adalah naskah Sunda klasik yang ditulis pada kertas daluang menggunakan aksara Sunda kuno dan diperkirakan berasal dari akhir abad ke-17 hingga awal abad ke-18. Berdasarkan analisis awak media, manuskrip langka ini merekam jejak percampuran budaya yang unik antara tradisi lokal Nusantara dengan pengaruh Islam yang mulai masuk ke tatar Sunda pada masa transisi.
Berdasarkan catatan sejarah, naskah ini dulunya masuk dalam koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan nomor kode KBG 74 setelah diserahkan oleh Bupati Galuh R.A.A. Kusumahdiningrat pada abad ke-19. Kendati demikian, upaya rekatalogisasi modern mendapati bahwa dokumen penting tersebut sudah tidak ditemukan lagi di tempat penyimpanan aslinya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDari analisis tim redaksi, isi teks Carita Waruga Guru sangat menarik karena tidak hanya mengisahkan legenda klasik Ciung Manarah dan Hariang Banga, tetapi juga merunut silsilah raja-raja Pajajaran hingga silsilah leluhur yang ditarik lurus sampai ke Nabi Adam.
Sebagaimana dilaporkan dalam berbagai kajian filologi, wujud fisik naskah yang berukuran 20 x 15 sentimeter dengan tebal 24 halaman ini kini hanya bisa disaksikan melalui edisi faksimili yang pernah diterbitkan oleh peneliti C.P. Pleyte pada tahun 1913.