Penampilan Timnas Prancis di sepanjang turnamen Piala Dunia 2026 menunjukkan grafik yang sangat luar biasa. Sejak matchday perdana di fase grup hingga berhasil mengamankan tiket ke babak semifinal, tim berjuluk Les Bleus ini sukses menyapu bersih setiap laga dengan kemenangan yang meyakinkan. Berdasarkan analisis performa tim, kegilaan permainan Prancis di lapangan dinilai tidak lepas dari doktrin radikal yang ditanamkan oleh sang pelatih, Didier Deschamps.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dari pantauan redaksi, Prancis tampil sangat perkasa sejak babak penyisihan grup dengan menumbangkan seluruh rivalnya. Senegal berhasil dilibas dengan skor 3-1, disusul kemenangan telak 3-0 atas Iran, dan diakhiri dengan keunggulan 4-1 saat bersua Norwegia. Ketangguhan armada yang dikapteni oleh Kylian Mbappe ini membuktikan bahwa mereka menjadi salah satu kandidat terkuat juara pada edisi kali ini.
Dominasi impresif Prancis terus berlanjut ketika memasuki fase gugur. Tim asuhan Didier Deschamps berturut-turut menyingkirkan Swedia dengan skor telak 3-0, meraih kemenangan tipis 1-0 atas Paraguay, dan yang terbaru mereka sukses mengandaskan perlawanan Maroko dua gol tanpa balas. Rentetan hasil positif ini membawa langkah mantap Prancis menuju babak empat besar.
Menurut pengamatan pengamat sepak bola, Gigih, dalam agenda Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, karakteristik melatih Deschamps memiliki kemiripan dengan Carlo Ancelotti. Dengan keberadaan Kylian Mbappe sebagai pilar utama, Deschamps dinilai sangat cerdas dalam membangun kualitas elit tim dengan menempatkan pemain-pemain pendukung terbaik di sekitar sang bintang.
"Deschamps ini kan tipe pelatih seperti Ancelotti, ia akan membangun kualitas timnya dengan pemain kunci yang ia miliki, dan kalau di Prancis, ya Kylian Mbappe," ujar Gigih saat memberikan analisis taktisnya mengenai kedalaman skuad Les Bleus.
Ketika berbicara mengenai cara meredam ego para pemain bintang di dalam skuadnya, Didier Deschamps menegaskan bahwa ia memiliki prinsip yang tegas. Pelatih yang pernah membawa Prancis juara dunia tersebut selalu mengingatkan anak asuhnya mengenai tujuan kolektif utama yang harus dicapai bersama.
"Karena saya mengingatkan mereka bahwa mereka disini untuk memenangkan Piala Dunia, bukan Ballon d'Or," tegas Didier Deschamps seperti dilansir dari media Prancis, Lequipe. Menurutnya, meski pemain seperti Mbappe, Ousmane Dembele, hingga Michael Olise memiliki kemampuan individu untuk memenangkan laga sendirian, kerja sama tim tetap menjadi kunci utama.