Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Prancis Panen Talenta di Era Modern...
OLAHRAGA

Prancis Panen Talenta di Era Modern Setelah 40 Tahun Menunggu

Skuad Tim Nasional Prancis tampil mendominasi dengan komposisi pemain bertabur bintang

Skuad Tim Nasional Prancis tampil mendominasi dengan komposisi pemain bertabur bintang

Prancis kembali muncul sebagai salah satu calon kuat juara dalam gelaran Piala Dunia 2026. Anggapan tersebut dinilai tidak berlebihan jika melihat performa impresif Les Bleus hingga babak 32 besar yang berlangsung pada Rabu (1/7/2026). Berdasarkan pengamatan tim redaksi, tim nasional Prancis selalu sukses memenangkan pertandingan dengan produktivitas tinggi, yakni mencetak tiga gol atau lebih dalam setiap laga.

Menggelontorkan gol sebanyak itu tampaknya tidak menjadi adangan berarti bagi Prancis, bahkan saat mereka memilih untuk menurunkan sebagian besar pemain cadangannya. Kualitas merata ini membuat skuad asuhan Didier Deschamps sangat dijagokan untuk melaju hingga babak final turnamen akbar empat tahunan tersebut.

Menurut Hamid Anwar dari @analiskampungsebelah dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, peluang Prancis melaju ke partai puncak sangat terbuka lebar. "Kan Prancis bisa menghadapi Jerman, setelah itu Kanada atau Belanda. Jadi saya rasa mereka bisa sampai final, dan rasa-rasanya menghadapi Argentina sesuatu yang mungkin," kata Hamid.

Dari pantauan redaksi, hampir tidak ada perbedaan kualitas yang mencolok antara skuad pelapis dan skuad utama dari Prancis. Sebagai bukti, dalam laga melawan Swedia di fase 32 besar, nama-nama besar sekelas Desiree Doue, Rayan Cherki, Marcus Thuram, Ngolo Kante, dan Ibrahima Konate harus rela mengawali pertandingan dari bangku cadangan.

Namun, segala kemewahan dan kedalaman skuad yang dimiliki Prancis saat ini tidak datang dalam semalam. Berdasarkan fakta sejarah, terdapat kerja keras dan visi besar yang awalnya lahir dari sebuah rasa frustasi mendalam Federasi Sepak Bola Prancis (FFF). FFF sempat merasa frustasi karena tim nasional mereka sama sekali tidak mampu mengukir prestasi dalam jangka waktu yang sangat lama.

Sebelum menjelma menjadi salah satu raja sepak bola Eropa dan dunia seperti sekarang, Prancis pernah hanya menjadi tim penggembira di setiap turnamen. Bahkan saat masih diperkuat oleh pemain legendarisnya, Just Fountaine, Prancis tidak bisa berbuat banyak di Piala Dunia 1958. Padahal, Just Fountaine kala itu merupakan salah satu nama terbesar di jagat sepak bola yang bersaing ketat dengan Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskas. Ide pembentukan pusat latihan pada medio 1970-an akhirnya menjadi cikal bakal kebangkitan total kekuatan sepak bola Prancis di era modern.

// TOPICS
#prancis #piala_dunia_2026 #fff #didier_deschamps #sepak_bola #les_bleus
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.