Singapura semakin memperkuat posisinya di kancah global setelah perjanjian perdagangan bebas dengan blok perdagangan Amerika Selatan, MERCOSUR, resmi berlaku untuk Brasil dan Singapura. Langkah strategis ini diumumkan langsung oleh Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura pada Sabtu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Perjanjian yang dinamakan MERCOSUR-Singapore Free Trade Agreement ini menjadi pakta perdagangan bebas ke-29 bagi Singapura. Ini juga merupakan kerja sama perdagangan perdana dengan negara-negara pendiri MERCOSUR yang meliputi Argentina, Brasil, Paraguay, dan Uruguay.
Blok dagang MERCOSUR sendiri dikenal memiliki produk domestik bruto gabungan mendekati tiga triliun dolar AS dengan total populasi melampaui 295 juta jiwa. Sebelumnya, pakta tersebut telah lebih dulu berlaku antara Singapura dengan Paraguay serta Uruguay, sementara proses ratifikasi dengan Argentina masih terus berjalan.
Kementerian Perdagangan dan Industri menyebut pencapaian ini sebagai tonggak sejarah penting dalam memperluas jangkauan ekonomi Singapura di kawasan Amerika Selatan. Momen berlakunya perjanjian ini juga bertepatan dengan persiapan kedua negara menyambut 60 tahun hubungan diplomatik pada 2027 mendatang.
Sebagai catatan, Brasil merupakan perekonomian terbesar di dalam blok MERCOSUR sekaligus salah satu mitra dagang utama Singapura di wilayah tersebut. Sebaliknya, Singapura juga memegang posisi sebagai mitra dagang terbesar bagi Brasil di kawasan Asia Tenggara.
Melalui kesepakatan ini, negara-negara anggota MERCOSUR sepakat untuk menghapuskan tarif impor pada sekitar 96 persen produk dalam kurun waktu hingga 15 tahun ke depan. Menariknya lagi, lebih dari seperempat lini tarif tersebut langsung dibebaskan sejak hari pertama pemberlakuan.
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri, Gan Kim Yong, mengungkapkan bahwa kerja sama ini akan membuka jalan bagi para pelaku usaha lokal untuk menembus pasar luar negeri dengan lebih mudah. Langkah ekspansi tersebut diyakini mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas di dalam negeri.
Selain memperluas pasar manufaktur, energi, dan digital, pakta ini juga menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan nasional Singapura. Pemerintah berencana mendiversifikasi sumber impor produk pertanian seperti daging, buah-buahan, sayuran, dan superfoods dari negara-negara Amerika Selatan.