Kisah menarik datang dari dunia arsitektur Singapura tatkala tiga mantan rekan kerja memutuskan untuk kembali bekerja sama demi mewujudkan sebuah rumah tinggal impian. Proyek di kawasan Bukit Timah ini digarap oleh Candace Teo bersama dua sahabat lamanya, Chen Kian Khiong dan Wong Ker How, yang kini telah sukses memimpin biro arsitektur masing-masing.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Proses perancangan hunian ini berjalan begitu natural karena dilandasi oleh sejarah pertemanan dan pemahaman mendalam di antara mereka. Chen, yang merupakan pendiri Freight Architects, merancang struktur bangunan utama, sementara Wong dari ASOLIDPLAN bertanggung jawab penuh atas estetika interior rumah tersebut.
Konsep rumah ini sengaja dirancang bukan sebagai pameran megah, melainkan sebagai tempat tinggal yang nyaman untuk keluarga dan ramah bagi para tamu. "Kami memiliki topik umum dan kenalan yang sama, sehingga kedekatan terjalin secara natural dan bekerja sangat baik dalam hubungan tiga pihak ini," ujar Wong.
Dari sisi eksterior, Chen menempatkan kolam renang sebagai titik fokus di tengah bangunan berbentuk huruf L yang dikelilingi dinding kaca setinggi tiga meter. Desain terbuka ini memaksimalkan masuknya cahaya alami serta sirkulasi udara yang baik ke seluruh sudut ruangan.
Tidak kalah menarik, bagian basement rumah ini disulap menjadi area hiburan privat yang sangat lengkap mulai dari bioskop mini hingga ruang penyimpanan anggur. Sentuhan material marmer Italia serta pencahayaan alami dari skylight membuat area bawah tanah ini terasa sangat hangat dan elegan.
Perpaduan karya seni, furnitur penuh kenangan, serta desain arsitektur yang matang menjadikan hunian ini tidak hanya sekadar tempat berlindung. Rumah di Bukit Timah ini benar-benar mencerminkan karakter serta kisah hidup pemiliknya secara utuh.