Zinédine Zidane resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru tim nasional Prancis pada Selasa, mengakhiri spekulasi panjang yang berlangsung lebih dari lima tahun sejak pengalaman terakhirnya di Real Madrid. Acara intronisasi yang digelar di kantor pusat Fédération Française de Football (FFF) ini disaksikan oleh lebih dari seratus suporter yang berkumpul di depan gedung, menunjukkan antusiasme luar biasa terhadap kepulangan legenda hidup sepak bola Prancis tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Ketua FFF, Philippe Diallo, secara resmi mengumumkan penunjukan Zidane sebagai "sebuah keniscayaan" dan mengakui bahwa pencalonan mantan kapten Les Bleus itu telah menjadi rahasia umum yang tak terelakkan. Dalam konferensi pers perdananya, Zidane menyatakan bahwa momen ini adalah "sebuah kelanjutan dan sekaligus mimpi" bagi dirinya, menandai babak baru dalam karier kepelatihannya yang selama ini hanya terbatas di level klub.
Walid Acherchour, jurnalis dan pengamat sepak bola dari RMC Sport, memberikan penilaian positif terhadap penampilan Zidane di hadapan media. Dalam program After Foot, Acherchour mengaku terkesan dengan aura dan karisma yang dipancarkan Zidane, seraya mengatakan bahwa kehadirannya di kantor FFF membangkitkan banyak kenangan indah masa lalu. Ia menilai secara keseluruhan Zidane tampil tanpa cela dalam sesi perkenalan tersebut.
"Saya bukan penggemar berat konferensi pers model seperti ini, tapi melihat Zidane lagi selalu terasa istimewa. Ia menampilkan banyak emosi dan kegembiraan yang telah ia pendam selama lima tahun terakhir. Ia datang dengan persiapan matang dan tujuan jelas, yaitu memperkenalkan diri serta menjalani transisi kepelatihan dari Didier Deschamps. Yang paling terasa adalah ketulusannya, kecintaannya pada seragam biru Prancis begitu kental," ujar Acherchour menambahkan.
Tantangan besar kini menghadang Zidane setelah Didier Deschamps meninggalkan warisan gemilang selama 14 tahun. Di bawah asuhan Deschamps, Prancis meraih satu gelar juara Piala Dunia (2018), satu posisi runner-up (2022), satu semifinal (2026), serta satu final Piala Eropa (2016). Meski Zidane pernah memenangkan tiga Liga Champions bersama Real Madrid, Acherchour menegaskan bahwa tugas membawa timnas Prancis adalah panggilan jiwa yang paling berarti bagi sang pelatih.
Kontrak resmi Zidane sebagai pelatih timnas Prancis akan dimulai pada 1 Agustus mendatang dengan durasi empat tahun. Ia dijadwalkan mengumumkan susunan staf kepelatihannya pada awal September dan akan memimpin pertandingan perdananya di ajang Liga Negara pada 25 September mendatang, saat Prancis bertandang ke markas Turki.
Kehadiran Zidane disambut harapan besar dari publik sepak bola Prancis yang mendambakan era kejayaan baru. Dengan rekam jejak gemilang di level klub dan status ikoniknya sebagai pemain, publik menantikan bagaimana filosofi permainan Zidane akan diaplikasikan pada skuad Les Bleus yang penuh talenta.