UEFA bersiap melakukan perlawanan atas langkah kontroversial FIFA. Setelah Gianni Infantino mengumumkan proyek pembentukan dan penjualan perusahaan komersial FIFA, induk sepak bola Eropa itu merespons keras pada Selasa (28/7) melalui pernyataan resmi yang tajam serta keinginan untuk mengorganisasi resistensi bersama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan informasi RMC Sport, negara-negara Eropa akan mengadakan pertemuan darurat pekan ini melalui konferensi video. Tujuan utama pertemuan puncak ini adalah mengadopsi sikap bersama dari berbagai federasi nasional menghadapi kasus yang kini dijuluki "penjualan Piala Dunia" di sejumlah media.
Proyek besar yang mengguncang struktur ekonomi sepak bola dunia ini diklaim FIFA tidak dapat berjalan tanpa dukungan federasi anggota. Untuk memastikan dukungan, terutama dari anggota dengan pendapatan paling rentan, Gianni Infantino berencana menyalurkan sebagian dana yang terkumpul kepada asosiasi yang bersedia. Presiden FIFA bahkan menjanjikan cek tunggal hingga 20 juta dolar AS atau setara 17,55 juta euro.
Namun mayoritas negara Eropa anggota UEFA justru mengetahui rencana FIFA untuk menjual diri ke penawar tertinggi melalui pemberitaan media, seperti pengungkapan dari Times dan Financial Times. Temuan ini membuat sejumlah presiden federasi di benua Eropa geram karena mereka tidak dilibatkan sejak awal.
Bahkan menurut Sky Sports, beberapa negara Eropa mulai mempertimbangkan boikot terhadap Piala Dunia mendatang. Meski ancaman itu masih samar mengingat masih empat tahun menuju Piala Dunia 2030, isu ini menunjukkan betapa seriusnya ketegangan antara UEFA dan FIFA.
Di luar proyek pembentukan anak perusahaan yang mengelola aktivitas komersial FIFA, lembaga yang dipimpin Gianni Infantino itu juga berniat membuka 20 persen kepemilikannya kepada investor swasta. Putaran pendanaan dan masuknya mitra minoritas itu rencananya akan dikelola oleh Thrive Capital, dana investasi pimpinan Joshua Kushner yang merupakan saudara ipar menantu Donald Trump sekaligus putra duta besar Amerika Serikat untuk Prancis.
Dengan nilai perusahaan komersial yang ditaksir mencapai 20 miliar dolar AS atau sekitar 17,5 miliar euro, FIFA berharap dapat mengantongi 4,2 miliar dolar AS atau 3,7 miliar euro dari pelepasan sebagian asetnya. Langkah ini dinilai akan mengubah lanskap keuangan sepak bola global secara fundamental.