Upaya kebangkitan Timnas Italia mendadak terganjal kontroversi besar setelah penunjukkan Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala baru berubah menjadi skandal politik di tingkat nasional. Padahal, kesepakatan awal telah terjalin antara direktur teknik Paolo Maldini, penasihat Leonardo, dan presiden baru Giovanni Malagò untuk membawa mantan gelandang AC Milan dan Juventus tersebut memimpin Squadra Azzurra.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kendala utama muncul akibat masa lalu profesional Pirlo yang dikaitkan dengan Rusia, termasuk perannya sebagai duta perusahaan taruhan olahraga Fonbet serta hubungannya dengan pengusaha Sergei Lomakin di United FC. Situasi ini langsung memicu reaksi keras dari para politisi dan pengamat di Italia.
Berdasarkan laporan dari La Gazzetta Dello Sport, Paolo Maldini secara tegas pasang badan untuk mempertahankan Andrea Pirlo. Namun, desakan politik yang begitu kuat membuat Giovanni Malagò dikabarkan mulai melirik kandidat pelatih lain, sebuah langkah yang berpotensi memicu mundurnya Maldini dari jabatannya.
Menanggapi kehebohan tersebut, Andrea Pirlo akhirnya angkat bicara melalui akun Instagram pribadinya setelah sempat bungkam. "Saya telah menyaksikan dengan penuh kepahitan perdebatan yang berkembang di sekitar nama saya," tulisnya untuk meredam polemik.
Pirlo menegaskan bahwa kerja sama profesional yang dipersoalkan murni bersifat komersial dan olahraga selama kariernya di Uni Emirat Arab. "Mengaitkan cerita lain pada kerja sama ini sama saja dengan melekatkan keyakinan yang tidak pernah saya ungkapkan dan bukan milik saya," imbuhnya.
Krisis ini datang di saat yang sangat rentan bagi sepak bola Italia yang tengah berjuang bangkit setelah absen dalam dua edisi Piala Dunia terakhir. Masa depan kepengurusan federasi serta arah kepelatihan Squadra Azzurra kini berada di ujung tanduk menanti keputusan krusial dalam beberapa jam ke depan.