Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Proyek Penjualan Piala Dunia, JP...
OLAHRAGA

Proyek Penjualan Piala Dunia, JP Morgan Sebut FIFA Kurang Moneter

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 31 Juli 2026
Dokumen presentasi JP Morgan untuk proyek penjualan Piala Dunia FIFA

Dokumen presentasi JP Morgan untuk proyek penjualan Piala Dunia FIFA

Dunia sepak bola berada di ambang ledakan sejak Selasa lalu, menyusul bocoran pers Inggris tentang proyek "penjualan Piala Dunia" kepada investor swasta dekat Donald Trump yang digagas FIFA. Meski telah merilis video klarifikasi cepat dan pernyataan tegas Jumat lalu, Presiden FIFA Gianni Infantino masih kesulitan meyakinkan para pemimpin sepak bola lainnya, kecuali soal keuntungan finansial yang ditawarkan.

Ketegangan memuncak saat UEFA mengancam akan memboikot kompetisi internasional jika Infantino nekad membentuk anak usaha komersial FIFA (FFE) dan menjual 20 persen sahamnya ke mitra finansial senilai 4,2 miliar dolar AS (sekitar 3,7 miliar euro). Ancaman ini menunjukkan betapa seriusnya penolakan terhadap rencana kontroversial tersebut di kalangan federasi sepak bola Eropa.

Koran The Guardian pada Kamis lalu mengungkap lebih detail bagaimana bank raksasa JP Morgan, atas permintaan FIFA, menyusun penilaian valuasi perusahaan komersial itu dalam presentasi 25 halaman yang dikirim ke 211 anggota asosiasi FIFA. Dokumen itu menjadi kunci utama dalam memahami strategi monetisasi yang diusulkan oleh lembaga keuangan asal Amerika Serikat tersebut.

Meskipun FIFA sebagai asosiasi nirlaba memiliki pendapatan tahunan sekitar 3,6 miliar dolar AS, JP Morgan menilai badan sepak bola dunia ini "kurang moneter" jika dibandingkan dengan liga-liga Amerika seperti NFL dan NBA yang masing-masing meraup 21,2 miliar dan 12,5 miliar dolar AS per tahun. Perbandingan ini menjadi dasar argumen bahwa FIFA perlu segera bertransformasi agar tidak kehilangan potensi pendapatan besar.

Untuk itu, JP Morgan merekomendasikan pembentukan anak usaha komersial dan membuka pintu bagi mitra swasta guna mengelola arus uang lebih baik serta menghindari kerugian. Sejumlah saran untuk meningkatkan pendapatan FIFA meliputi perluasan portofolio turnamen, pengelolaan hak siar TV yang lebih baik dengan kontrak terdiferensiasi per platform, suntikan modal asing, hingga pembiayaan melalui pinjaman, dengan prioritas pada kemitraan dan event premium yang lebih menguntungkan.

Namun, rekomendasi yang paling kontroversial adalah usulan menambah jumlah turnamen dari 200 menjadi 450 per tahun untuk semua kompetisi kelompok umur di bawah naungan FIFA. Menurut analisis The Guardian, usulan ini membuka kembali wacana penyelenggaraan Piala Dunia setiap dua tahun, sebuah ide yang sebelumnya sudah ditolak keras karena mengancam kesehatan pemain dan padatnya kalender pertandingan.

Meskipun presentasi tersebut ditujukan untuk memberikan penjelasan mendalam kepada 211 anggota asosiasi, JP Morgan hanya sedikit menyebut identitas atau rekam jejak kelompok investor yang akan diajak bekerja sama. Dokumen itu juga sama sekali tidak mengungkap kondisi di mana mitra swasta dapat menjual kembali 20 persen saham FFE di masa depan, menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan keberlanjutan skema ini.

Menariknya, The Guardian mencatat tidak ada satu pun penyebutan tentang sepak bola putri dalam dokumen yang dikirim ke federasi tersebut. Namun, tertulis bahwa investor swasta "akan mendapat akses ke lembar fakta dan dokumen tertentu" mulai Agustus mendatang, yaitu beberapa pekan sebelum batas waktu konsultasi yang ditetapkan Infantino kepada para presiden federasi nasional mengenai proyek revolusioner sekaligus kontroversial ini.

Topics
fifa piala dunia jp morgan gianni infantino uefa investasi sepak bola hak siar kontroversi fifa boikot uefa monetisasi olahraga
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.