Timnas Indonesia dan Timor Leste kembali dipertemukan dalam ajang bergengsi sepak bola Asia Tenggara, ASEAN Championship atau yang dulu dikenal sebagai Piala AFF. Laga sarat gengsi ini dipastikan bakal menyita perhatian pencinta sepak bola Tanah Air karena menyimpan memori pertemuan dramatis di masa lalu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Secara statistik keikutsertaan, skuad Garuda jauh lebih berpengalaman dibandingkan sang tetangga. Dari total 16 edisi turnamen yang telah digelar, Timnas Indonesia tercatat tidak pernah absen sekalipun, sementara Timor Leste baru merasakan atmosfer persaingan level regional tersebut sebanyak lima kali.
Meski demikian, rekor pertemuan kedua kesebelasan di turnamen ini terbilang sangat minim karena baru terjadi satu kali sepanjang sejarah. Pertemuan perdana tersebut tersaji pada fase Grup B Piala AFF 2018 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Dalam duel delapan tahun silam tersebut, Timnas Indonesia sempat dibuat kerepotan dan hampir menanggung malu di hadapan pendukung sendiri. Timor Leste secara mengejutkan berhasil mencuri keunggulan lebih dulu lewat aksi Rufino Gama pada awal babak kedua tepatnya menit ke-48.
Beruntung skuad Garuda yang kala itu berjuang keras mampu bangkit di sisa waktu pertandingan. Gol balasan dari Alfath Fathier, tendangan penalti Stefano Lilipaly, serta sundulan penegas dari Beto Goncalves sukses membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-1 untuk Indonesia.
Kini setelah penantian panjang, kedua kubu kembali dijadwalkan saling sikut pada babak penyisihan grup Piala AFF 2026 yang dihelat di Chonburi, Thailand. Pertandingan krusial ini dijadwalkan bergulir pada Jumat, 31 Juli 2026.
Komposisi skuad dari kedua tim dipastikan mengalami perombakan total seiring berjalannya waktu. Kubu Timnas Indonesia saat ini sudah diisi oleh wajah-wajah pemain baru tanpa menyisakan satupun nama dari skuad edisi 2018.
Sebaliknya, kubu Timor Leste masih menyisakan satu pemain veteran saksi mata bentrokan masa lalu yaitu penyerang andalan Joao Pedro. Kehadiran sang pemain tentu menjadi suntikan pengalaman tersendiri bagi lini serang skuad berjuluk Lafaek tersebut.
Timnas Indonesia tentu mengusung misi wajib menang demi mengamankan poin penuh sekaligus menjaga asa melangkah jauh di turnamen tahun ini. Pelatih dan para penggawa Garuda diminta tampil disiplin serta tidak menganggap remeh kekuatan sang lawan.