Kabayan News Kabayan News
/home / teknologi / Sampah Manusia Cemari Dasar Laut...
TEKNOLOGI

Sampah Manusia Cemari Dasar Laut Terdalam di Argentina

By Rudi Weslan Rifadi 2 min read 18 September 2026
Sampah plastik dan limbah manusia mencemari dasar laut terdalam di Argentina

Sampah plastik dan limbah manusia mencemari dasar laut terdalam di Argentina

Sampah plastik mencemari dasar laut terdalam di Mar del Plata Submarine Canyon yang terletak 180 mil dari lepas pantai Argentina. Riset terbaru dari tim peneliti internasional menunjukkan bahwa wilayah laut yang dulunya dianggap steril kini tidak lagi kebal dari akumulasi limbah manusia.

Pemimpin tim peneliti Daniel Lauretta dari Argentina's Natural Science Museum menjelaskan bahwa reruntuhan sampah tersebut tenggelam hingga kedalaman lebih dari 2 mil di bawah permukaan laut Atlantik. Berbagai barang seperti pembungkus makanan, cangkir plastik, hingga sepatu bot karet ditemukan berserakan di dasar jurang bawah laut.

Ekspedisi ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS One ini mencatat 29 objek buatan manusia yang teridentifikasi dalam 10 kali penyelaman dari total 17 kali menggunakan kapal selam nirawak. Mayoritas sampah tersebut terdiri dari material plastik, perlengkapan memancing, serta kantong kresek yang sebagian terkubur sedimen atau tersangkut di bebatuan.

Studi ini juga mendokumentasikan sekitar 40 spesies hewan yang berpotensi baru bagi dunia sains di kedalaman tersebut. Sejumlah makhluk hidup seperti bintang laut dan karang bahkan terlihat menempel pada puing-puing sampah serta tali nilon yang mencemari habitat alami mereka.

Arus Laut Menjebak Sampah di Dasar Palung

Para peneliti mengamati bahwa jumlah sampah di dalam area canyon jauh lebih banyak dibandingkan wilayah sekitarnya. Karakteristik geografis dan arus laut diduga kuat berfungsi sebagai jalur yang memusatkan dan menjebak berbagai jenis limbah ke dalam celah palung tersebut.

Makhluk hidup bergerak seperti krustasea dilaporkan melakukan kontak sementara dengan limbah, sementara organisme menetap memanfaatkan benda buatan sebagai tempat berpijak. Fenomena ini membuktikan bahwa material organik bukanlah satu-satunya materi yang tertarik ke dasar laut akibat gaya gravitasi bumi.

Temuan ini melengkapi bukti-bukti ilmiah sebelumnya mengenai darurat pencemaran laut global, termasuk penemuan kantong plastik di Mariana Trench beberapa bulan sebelum ekspedisi di Atlantik selatan ini dilakukan. Akumulasi sampah di titik terdalam bumi menunjukkan luasnya dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem perairan.

Daniel Lauretta menambahkan bahwa penemuan spesies baru di kegelapan abadi laut dalam memberikan pengalaman luar biasa bagi para ahli biologi kelautan. Namun, ancaman polusi yang terus mengintai menuntut perhatian serius demi menjaga kelestarian ekosistem laut yang belum terjamah.

Topics
sampah laut polusi plastik argentina mar del plata lingkungan daniel lauretta plos one ekosistem
Jurnalis Senior

Rudi Weslan Rifadi adalah jurnalis berpengalaman dengan dedikasi tinggi dalam menyajikan berita akurat dan mendalam. Dengan latar belakang yang kuat di bidang jurnalistik, ia telah meliput berbagai peristiwa penting dan menyajikannya dengan gaya penulisan yang tajam serta analitis.