Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (29/7). Indeks acuan bursa domestik itu melemah 39,2 poin atau 0,64% ke posisi 6.091. Tekanan jual terpantau mendominasi mayoritas sektor, seiring sentimen global yang masih volatil.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Meskipun IHSG terkoreksi, investor asing justru mencatatkan pembelian bersih atau net buy di seluruh pasar. Berdasarkan data perdagangan, nilai beli bersih investor asing mencapai Rp8,97 triliun. Angka ini menunjukkan minat asing yang tetap tinggi di tengah pelemahan indeks.
Namun, kondisi berbeda terlihat di pasar reguler. Investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp183,81 miliar di pasar reguler. Ini mengindikasikan bahwa aktivitas beli asing mayoritas terjadi di pasar negosiasi dan tunai.
Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menjadi primadona investor asing dengan catatan net buy terbesar. Nilai pembelian bersih saham emiten ritel tersebut mencapai Rp9,32 triliun. Transaksi besar ini terjadi di pasar nego, di luar mekanisme lelang reguler.
Meski diborong asing dengan nilai fantastis, harga saham MAPI hanya bergerak terbatas. Emiten berkode MAPI itu ditutup menguat 2,8% ke level Rp1.470 per saham. Kenaikan ini tergolong kecil dibandingkan volume pembelian asing yang sangat besar.
Berikut 10 saham dengan net buy tertinggi dari investor asing sepanjang perdagangan kemarin di seluruh pasar: PT Bank Central Asia Tbk, PT Telkom Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Astra International Tbk, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, PT Barito Pacific Tbk, PT United Tractors Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Semen Indonesia Tbk, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk.
Direktur Riset Lotus Sekuritas, Muhammad Faisal, menilai aksi beli asing di tengah IHSG yang melemah menunjukkan strategi akumulasi jangka panjang. Menurutnya, investor asing memanfaatkan koreksi untuk mengoleksi saham-saham berfundamental kuat. Meski demikian, dia mengingatkan bahwa pola ini tidak selalu berlanjut jika sentimen eksternal memburuk.
Di sisi lain, analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosalia, menyebutkan bahwa net buy asing di seluruh pasar yang mencapai Rp8,97 triliun patut diwaspadai. Ia mengatakan, sebagian besar transaksi dilakukan di pasar nego yang tidak mencerminkan harga pasar sebenarnya. Hal ini bisa menjadi sinyal adanya transaksi khusus antar institusi.
Meski IHSG ditutup merah, volume perdagangan tercatat masih cukup tinggi. Investor ritel domestik justru terpantau melakukan aksi jual seiring pelemahan indeks. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, dalam kesempatan terpisah menyatakan bahwa otoritas terus memonitor pergerakan asing dan arus modal di pasar saham.
Sebelumnya, IHSG sempat bergerak sideways dengan kecenderungan melemah sejak pembukaan. Tekanan berasal dari sektor energi dan bahan baku yang anjlok akibat penurunan harga komoditas global. Sementara sektor konsumer dan perbankan masih mampu bertahan di zona hijau, tetapi tidak cukup untuk menahan laju pelemahan indeks.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat dan kebijakan suku bunga The Fed yang dapat mempengaruhi aliran modal asing ke emerging market, termasuk Indonesia. Selain itu, sentimen dari harga minyak dan nilai tukar rupiah juga akan menjadi perhatian utama bagi investor.
Bursa Efek Indonesia mencatat frekuensi perdagangan kemarin sebanyak 1,2 juta kali transaksi dengan volume mencapai 18,5 miliar saham. Total nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp22,3 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan rata-rata harian pekan sebelumnya yang berada di kisaran Rp18-20 triliun.