Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Andi Widjajanto Sorot...
BERITA

Andi Widjajanto Sorot Profesionalitas Tentara di 30 Tahun Kudatuli

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 27 Juli 2026
Andi Widjajanto berbicara dalam peringatan 30 tahun Kudatuli di kantor DPP PDIP Jakarta

Andi Widjajanto berbicara dalam peringatan 30 tahun Kudatuli di kantor DPP PDIP Jakarta

Politikus PDIP sekaligus eks Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto, menyoroti pentingnya profesionalitas tentara dalam peringatan 30 tahun peristiwa serangan 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli. Peringatan tersebut digelar di kantor DPP PDIP, Menteng 58, Jakarta Pusat, pada Senin (27/7).

Acara penting ini turut dihadiri oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang didampingi oleh putra keduanya sekaligus Ketua DPP PDIP, Muhammad Prananda Prabowo. Kehadiran para tokoh penting ini menyedot perhatian publik dalam mengenang sejarah kelam bangsa.

Menurut Andi, inti dari peringatan Kudatuli adalah menyampaikan pesan tegas agar aparat militer senantiasa berada dalam koridor profesionalisme mereka. "Satu saja yang menjadi pesan Kudatuli itu, jangan biarkan lagi tentara keluar dari koridor profesionalnya," ujar Andi di lokasi acara.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tentara seharusnya tidak memasuki wilayah politik praktis yang bukan menjadi kompetensi utamanya. Tugas utama TNI adalah fokus menjaga wilayah pertahanan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Andi juga mengingatkan bahwa anggaran negara yang berasal dari pajak masyarakat untuk menggaji perwira dan prajurit TNI harus dimanfaatkan secara tepat sesuai aturan konstitusi. "Bukan masuk ke pemerintahan sipil, bukan masuk menjadi dirjen, bukan masuk untuk mengurusi jagung, bukan masuk untuk membuka sawah," tegasnya.

Sebagai mantan pakar kajian militer dan pertahanan, Andi menyebut bahwa prajurit seharusnya menguasai keahlian tempur yang mumpuni. "Tentara harus jago terjun payung, nyetir tank, kapal selam," sambung dia.

Dalam kesempatan itu, Andi turut mengutip pesan bersejarah dari Panglima pertama Tentara Indonesia, Jenderal Besar Sudirman, pada tahun 1950. Amanat tersebut menekankan agar tentara Indonesia tidak terpilah-pilah serta tidak terseret ke dalam pusaran kepentingan politik tertentu.

Pesan serupa, kata Andi, juga kembali ditekankan oleh Presiden pertama RI Soekarno saat pidato peringatan Hari Kemerdekaan pada tahun 1953. "Kata-katanya nyaris sama, tidak terkotak-kotak, tidak terpilah-pilah, tidak boleh membawa kepentingan politik tertentu," jelasnya.

Andi menilai bahwa berbagai persoalan bangsa sejak tahun 1966 hingga runtuhnya rezim Orde Baru pada Reformasi 1998 berakar dari hilangnya jati diri tentara akibat keterlibatan di ranah politik. "Itu yang harus kita cegah saat ini," pungkas Andi.

Topics
andi widjajanto kudatuli pdip tni megawati soekarnoputri militer politik
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.