Kesehatan generasi muda kembali menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berdasarkan data terbaru, puluhan remaja putri di Kota Tebingtinggi terdeteksi mengalami masalah kesehatan kurang darah atau anemia.
Sebanyak 299 dari total 3.759 remaja putri di Kota Tebingtinggi yang telah menjalani pemeriksaan hemoglobin (HB) dinyatakan terindikasi mengalami anemia. Angka tersebut mencakup sekitar 8 persen dari keseluruhan remaja putri yang mengikuti pemeriksaan.
Informasi penting ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi, dr. Fitri Sari Saragih. Ia memaparkan data tersebut dalam kegiatan Kampanye Penggerak Masyarakat untuk Hidup Sehat melalui Aksi Bergizi Kota Tebingtinggi Tahun 2026 yang dihelat di halaman SMP Negeri 1 Tebingtinggi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, Fitri menyebutkan bahwa jumlah keseluruhan populasi remaja putri di wilayah tersebut mencapai 22.524 orang. Guna menekan angka kasus ini, pihaknya aktif berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
"Melalui arahan bapak wali kota, Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, mencegah masyarakat, utamanya remaja putri, mengalami anemia," ungkap Fitri menjelaskan langkah preventif pemerintah.
Ia juga menekankan bahwa pencegahan anemia pada remaja putri memegang peranan vital demi masa depan bangsa. Hal ini krusial karena mereka nantinya akan menjadi seorang ibu yang melahirkan generasi sehat serta bebas dari stunting.
Sebagaimana diwartakan, Wali Kota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih turut berpesan kepada para pelajar agar senantiasa membiasakan pola hidup sehat, mengonsumsi buah dan sayur, rutin berolahraga, serta menjaga waktu istirahat yang cukup.