Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegur keras seorang pegawai yang kedapatan bermain telepon genggam saat rapat koordinasi nasional secara daring. Bahkan, ia langsung memerintahkan agar pegawai bernama Adi Afrianto itu dipindahkan ke Papua.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Momen peneguran tersebut terekam dalam video rapat yang beredar di media sosial dan dilihat CNNIndonesia.com, Kamis (30/7). Saat itu, Sudaryono tengah memberikan arahan kepada jajaran BGN melalui aplikasi Zoom dan mendadak menyoroti salah satu peserta yang tak fokus.
"Ini ada Korwil Kabupaten Kayong Utara namanya Adi Afrianto. Saya kasih penjelasan, dia main handphone itu," kata Sudaryono dengan nada tegas dalam rapat tersebut, dikutip dari video yang beredar.
Usai menegur, Sudaryono langsung meminta Kepala Biro Sumber Daya Manusia BGN mencatat nama pegawai tersebut dan segera memproses pemindahannya ke Papua. "Karo SDM, tolong dicatat Korwil Kabupaten Kayong Utara Adi Afrianto. Saya minta yang bersangkutan dipindah ke Papua segera," ujarnya.
Tak hanya itu, dalam rapat yang sama Sudaryono juga meminta jajarannya mengecek seluruh peserta yang dinilai tidak fokus. Ia bahkan menyinggung kemungkinan ada pegawai yang hanya menitipkan absensi tanpa benar-benar mengikuti jalannya pertemuan.
Sudaryono memerintahkan agar pegawai yang terbukti tidak disiplin diberikan surat teguran sebagai peringatan pertama. Ia menegaskan pegawai yang telah menerima tiga kali surat peringatan akan diberhentikan. "Tiga kali surat peringatan, pecat. Tolong diperhatikan. Saya tidak segan-segan," tegasnya.
Menurut Sudaryono, kedisiplinan aparatur BGN menjadi syarat penting agar pelaksanaan program pemerintah dapat berjalan optimal. Ia tak ingin ada pegawai yang main-main saat rapat koordinasi nasional yang membahas program-program strategis BGN.