Perjalanan politik Fuerza Popular di panggung politik Peru selama 16 tahun terakhir menyisakan cerita kontras yang menarik untuk disimak. Sebagaimana diwartakan dalam laporan media El Comercio, partai politik yang dipimpin oleh Keiko Fujimori ini selalu menjadi kekuatan utama di tingkat nasional serta parlemen, namun justru menghadapi jalan terjal di kancah pemilihan subnasional.
Berdasarkan analisis data elektoral dari periode sebelumnya, partai yang berdiri pada tahun 2010 tersebut tercatat hanya mampu memenangkan tiga pemerintahan regional dari puluhan kesempatan yang ada. Seluruh kemenangan regional tersebut diraih secara serentak pada tahun 2014, mencakup wilayah Ica, Pasco, dan San Martín.
Situasi yang tidak kalah pelik juga terjadi di kawasan Lima Metropolitan. Sejarah mencatat bahwa fujimorismo belum pernah berhasil menempatkan satu pun kader terbaiknya untuk menduduki kursi wali kota di ibu kota Peru tersebut, dengan berbagai upaya kandidat sebelumnya yang kerap kandas di tengah jalan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut penjelasan para pengamat politik, salah satu faktor utama melemahnya daya tawar partai ini di daerah adalah kuatnya sentimen negatif atau penolakan publik terhadap citra partai nasional di tingkat lokal. Banyak tokoh daerah yang dikabarkan lebih memilih jalur independen atau bergabung dengan gerakan regional demi menghindari beban citra merek partai pusat.
Meski demikian, dinamika politik terus berjalan seiring persiapan partai menghadapi kontestasi pemilihan berikutnya dengan strategi penyesuaian jumlah kandidat yang lebih selektif di berbagai wilayah strategis di seluruh penjuru negeri.