Upaya mempercepat deteksi penyakit dan meningkatkan akurasi diagnosis medis terus menjadi fokus utama dalam dunia kesehatan tanah air. Sebagaimana diwartakan oleh Suara.com, RS Tria Dipa mengambil langkah strategis dengan memperkenalkan teknologi pencitraan medis terbaru demi mendongkrak kualitas layanan kesehatan di dalam negeri.
Rumah sakit tersebut secara resmi menghadirkan perangkat CT Scan NAETOM Alpha Prime yang dilengkapi dengan teknologi photon-counting mutakhir. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu memberikan informasi pencitraan yang jauh lebih terperinci bagi para dokter dalam mendiagnosis berbagai penyakit kompleks.
Direktur RS Tria Dipa, dr. Hartono Tanto, MARS, FISQua, mengungkapkan bahwa penguatan fasilitas diagnostik merupakan fondasi krusial dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh. Menurutnya, semakin cepat suatu penyakit terdeteksi, maka semakin akurat pula penanganan yang bisa diberikan kepada pasien.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Semakin cepat penyakit terdeteksi, semakin tepat diagnosis dilakukan, dan semakin baik pelayanan diberikan, maka semakin kuat pula fondasi kesehatan masyarakat kita," ujar Hartono saat acara peluncuran fasilitas tersebut di Jakarta pada Agustus 2026.
Lebih lanjut, Hartono menjelaskan bahwa peningkatan kemampuan diagnostik melalui teknologi canggih ini tidak hanya berdampak pada lingkup rumah sakit semata. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan bagian esensial dari kedaulatan kesehatan atau health sovereignty yang menopang ketahanan nasional.
Mengutip penjelasan pihak rumah sakit, teknologi photon-counting bekerja dengan cara mendeteksi foton sinar-X secara langsung. Metode ini menghasilkan resolusi gambar yang sangat rinci, sehingga membantu tenaga medis memahami kondisi anatomi tubuh pasien dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi.
Meski demikian, pemanfaatan teknologi canggih ini tetap harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta pemerataan akses layanan kesehatan. Tantangan ke depan bukan hanya sekadar menghadirkan alat medis terbaru, melainkan memastikan teknologi tersebut dapat diintegrasikan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat luas.