Istilah gaslighting merujuk pada bentuk manipulasi psikologis di mana seseorang memutarbalikkan fakta hingga membuat orang lain meragukan persepsi, ingatan, dan kewarasan mereka sendiri. Fenomena ini kerap terjadi dalam hubungan personal, profesional, maupun dinamika sosial yang melibatkan ketimpangan kuasa antara pelaku dan korban.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Secara etimologis, istilah ini diadaptasi dari judul film klasik berjudul Gaslight yang dirilis pada tahun 1944 serta panggung teater sebelumnya karya Patrick Hamilton. Dalam cerita tersebut, dikisahkan seorang suami yang menggunakan berbagai tipu daya manipulatif untuk mengisolasi istrinya dan membuatnya merasa gila agar ia dapat menguasai harta warisan sang istri.
Meskipun awalnya merujuk pada bentuk rekayasa ekstrem yang dirancang untuk menjatuhkan mental seseorang hingga dimasukkan ke institusi kejiwaan, kata ini mengalami pergeseran makna di era modern. Seiring berjalannya waktu, istilah tersebut sering digunakan secara luas dalam percakapan sehari-hari maupun budaya pop untuk menggambarkan ketidaksepakatan biasa.
Pakar kesehatan mental kerap mengingatkan agar masyarakat memahami definisi yang tepat agar penggunaan istilah ini tidak kehilangan esensinya. Manipulasi jenis ini melibatkan pola perilaku yang sistematis dari waktu ke waktu, bukan sekadar perbedaan pendapat atau argumen biasa dalam sebuah hubungan.