Reverse graffiti merupakan sebuah metode kreatif dalam menciptakan karya seni atau gambar sementara pada dinding maupun permukaan publik lainnya dengan cara menghilangkan kotoran. Teknik ini sering kali dikaitkan dengan proses pengurangan polusi visual, di mana seniman memanfaatkan noda debu atau polusi yang menumpuk di area publik untuk membentuk pesan artistik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sejarah teknik ini bermula dari seniman jalanan asal Inggris, Paul "Moose" Curtis, yang menemukannya secara tidak sengaja saat bekerja sebagai pencuci piring. Curtis menyadari bahwa kain lap yang digunakannya meninggalkan bekas bersih menyerupai cat semprot putih pada dinding yang telah menguning akibat noda rokok.
Perkembangan teknik ini kemudian meluas ke ranah komersial sebagai bentuk iklan luar ruang yang sering dijuluki sebagai clean graffiti. Sejumlah perusahaan multinasional tercatat pernah menggunakan metode ini untuk memasarkan produk mereka, meski legalitasnya sering kali memicu perdebatan di berbagai yurisdiksi.
Di sisi lain, seniman asal Brasil, Alexandre Orion, juga pernah mencuri perhatian publik lewat karya skala besar bertajuk Ossario pada tahun 2006. Aksi tersebut melibatkan pembersihan dinding terowongan yang kotor untuk menciptakan pola tengkorak sebagai bentuk kritik sosial terhadap polusi kota.